Wisata Paria Lau Ikon Takalar Unggul

TAKALAR – Transformasi sektor pariwisata di Kabupaten Takalar kini semakin nyata melalui penguatan infrastruktur dan penataan kawasan. Di bawah komando Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye dan Wakil Bupati Hengky Yasin, arah pembangunan daerah kian fokus pada peningkatan pelayanan publik yang berbasis pada potensi lokal.

Salah satu bukti nyata komitmen tersebut adalah hadirnya gerbang ikonik di kawasan wisata Paria Lau, Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu. Bangunan megah ini kini berdiri sebagai penanda utama destinasi unggulan di pesisir Takalar.

banner 1600x606

Menjangkau Paria Lau sangatlah mudah karena lokasinya yang strategis dari pusat kota. Wisatawan dapat memulai perjalanan dari depan Kantor Bupati Takalar di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang.

Dalam perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan khas kota, mulai dari Taman Kita hingga monumen Pahlawan Nasional Ranggong Daeng Romo di pertigaan Taman Kota. Jalur ini kemudian melewati Kantor Dandenpom XIV/1 Takalar dan SMAN 1 Takalar sebelum memasuki wilayah Mappakasunggu.

Setelah menempuh jarak sekitar enam kilometer, pengunjung akan melewati area perkantoran kecamatan dan kelurahan. Tak jauh dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Polres Takalar, wisatawan akan langsung disambut oleh kemegahan gerbang utama.

Gerbang Paria Lau berdiri gagah dengan ketinggian sekitar 7 meter dan lebar 8 meter. Didominasi perpaduan warna merah dan hitam, gerbang ini mengusung tulisan jelas: “Selamat Datang di Kawasan Wisata Paria Lau”.

Pembangunan ini merupakan bagian dari program strategis Pemerintah Kabupaten Takalar tahun anggaran 2025 yang tuntas dikerjakan pada Desember lalu. Langkah ini merupakan implementasi langsung dari visi besar Bupati Firdaus Daeng Manye, khususnya pada dua poin utama:

1. Prioritas ke-6: Takalar Unggul dalam Pelayanan Publik, Infrastruktur, dan SDM.
2. Prioritas ke-7: Takalar BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Nyaman)

Bagi Mohammad Firdaus Daeng Manye, proyek infrastruktur ini bukan sekadar pembangunan fisik. Kehadiran gerbang tersebut adalah upaya membangun identitas kawasan dan memupuk kebanggaan kolektif warga Takalar.

Pemerintah daerah berharap penataan yang dimulai dari aspek visual dan aksesibilitas ini mampu menarik lebih banyak wisatawan. Dengan meningkatnya kunjungan, diharapkan roda ekonomi masyarakat lokal di sekitar Paria Lau dapat berputar lebih cepat dan berkelanjutan. (HSN/TIM)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *