AMJI-RI: Tata Kelola Pemerintahan Palopo Kini Lebih Terukur dan Inklusif

PALOPO – Pemerintah Kota Palopo dinilai menunjukkan arah yang semakin stabil dalam pengelolaan birokrasi dan pembangunan daerah. Sejumlah indikator, mulai dari penataan Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pertumbuhan ekonomi kerakyatan, mencerminkan upaya konsolidasi pemerintahan yang lebih terukur dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sejak dipimpin oleh Naily-Akhmad, Palopo disebut mulai menjauh dari stigma tata kelola pemerintahan yang bermasalah. Langkah-langkah yang ditempuh pemerintah daerah dinilai berfokus pada penguatan sistem, peningkatan profesionalisme birokrasi, serta penciptaan iklim kondusif bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

banner 1600x606

Ketua Badan Kajian dan Pengawasan Pembangunan Aliansi Media Jurnalis Independen Republik Indonesia (AMJI-RI), Muh. Rafii, menilai bahwa stabilitas pemerintahan merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintahan yang bekerja dengan arah jelas akan lebih mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pemerintahan daerah tidak cukup dilihat dari narasi, tetapi dari dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam sektor ekonomi dan pelayanan publik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Palopo saat ini menunjukkan tren positif. Aktivitas ekonomi masyarakat terlihat semakin hidup, khususnya di koridor-koridor utama kota. Kondisi tersebut menjadi indikator meningkatnya rasa aman dan kepastian berusaha bagi pelaku ekonomi lokal.

Palopo juga dinilai mulai menguatkan posisinya sebagai kota jasa yang bertumpu pada kenyamanan dan produktivitas. Transformasi ini, menurut Rafii, memerlukan konsistensi kebijakan dan dukungan birokrasi yang profesional agar tidak berhenti pada capaian jangka pendek saja.

Dukungan terhadap ekonomi kerakyatan tersebut turut diperkuat oleh akses pembiayaan. Tingginya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui perbankan pemerintah di Palopo mencerminkan meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan terhadap pelaku UMKM. Akses permodalan yang inklusif ini menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan usaha masyarakat.

Di sisi birokrasi, kebijakan pelantikan dan pergeseran ASN yang dilakukan pemerintah daerah dipandang sebagai bagian dari penataan organisasi yang sehat. Penempatan ASN berbasis kompetensi dan kinerja dinilai sejalan dengan prinsip reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

Namun demikian, Rafii mengingatkan bahwa proses konsolidasi pemerintahan tetap memerlukan kewaspadaan. Ia menilai, dalam setiap fase perubahan selalu terdapat potensi gangguan dari kepentingan-kepentingan yang tidak sejalan dengan agenda perbaikan. Praktik oportunistik dan manuver kepentingan sempit berpotensi mengganggu stabilitas jika tidak dikelola secara tegas dan proporsional.

“Pemerintahan yang efektif bukanlah pemerintahan tanpa kritik, melainkan pemerintahan yang mampu membedakan antara kritik konstruktif dan upaya yang justru melemahkan sistem,” tegas Rafii.

Ia menekankan bahwa dukungan publik terhadap pemerintah daerah harus ditempatkan secara rasional dan bertanggung jawab. Dukungan tersebut bukanlah bentuk pembenaran tanpa syarat, melainkan kepercayaan yang harus terus diuji melalui kinerja, transparansi, dan akuntabilitas.

Dengan menjaga kesinambungan kebijakan, memperkuat pengawasan internal maupun eksternal, serta membuka ruang partisipasi publik yang sehat, Pemerintah Kota Palopo memiliki peluang besar untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. Stabilitas pemerintahan dan penguatan ekonomi rakyat kini menjadi dua pilar utama yang harus dijaga secara konsisten. (FSL)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *