SINJAI – Aroma sangit masih menyengat di udara Dusun Barang, Desa Lamatti Riattang. Di atas puing-puing kayu yang menghitam, Nenek Sokku (70) tertunduk lesu. Rumah panggung yang selama puluhan tahun menjadi tempatnya berteduh kini tak lagi tegak. Bangunan penuh kenangan itu rata dengan tanah, hangus dilalap si jago merah pada Senin (2/3/2026) lalu, yang diduga kuat akibat korsleting listrik.
Kehilangan tempat tinggal di usia senja tentu bukan perkara mudah. Namun, di tengah kepulan duka itu, secercah kepedulian datang dari Aliansi Media Jurnalis Independen Republik Indonesia (AMJI-RI) Kabupaten Sinjai.
Ketua AMJI-RI Sinjai, Elang Suganda, menyatakan bahwa kehadiran mereka merupakan bentuk nyata kepedulian sosial organisasi pers terhadap sesama. Aksi kemanusiaan ini, menurutnya, sejalan dengan amanah Ketua Umum AMJI-RI, Arham M.S., yang selalu menekankan pentingnya menebar kebaikan kepada masyarakat.
“Sebagai wartawan, tugas kami tidak hanya sekadar menulis berita atau memegang kamera. Kami juga bagian dari masyarakat. Hadir di tengah-tengah warga yang sedang tertimpa musibah adalah panggilan nurani dan wujud tanggung jawab sosial kami,” ujar Elang Suganda, dalam keterangannya, Kamis (19/3).
Bantuan yang diserahkan diharapkan dapat sedikit meringankan beban Nenek Sokku dalam melewati masa-masa sulit ini.
Menerima kunjungan dan bantuan tersebut, mata Nenek Sokku tampak berkaca-kaca. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam. Ia hanya bisa memanjatkan doa agar segala kebaikan yang diberikan dibalas dengan keberkahan oleh Allah SWT. (FSL)















