PALOPO – Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni, Aliansi Media Jurnalis Independen Republik Indonesia (AMJI-RI) melalui Badan Kajian dan Pengawasan Pembangunan (BKPP) memberikan sorotan dan apresiasi mendalam terhadap arah pembangunan di Kota Palopo. Momentum historis ini dinilai menjadi pemantik utama bagi jajaran pemerintah daerah untuk membumikan nilai-nilai ideologi negara ke dalam program kesejahteraan masyarakat yang nyata.
Ketua BKPP AMJI-RI, Muh. Rafi, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan untuk mengingat pidato bersejarah Presiden pertama RI, Soekarno, pada 1 Juni 1945 silam. Lebih dari itu, hari nasional yang ditetapkan secara resmi sejak tahun 2016 ini merupakan tolok ukur implementasi keadilan sosial dan persatuan melalui kebijakan pembangunan daerah yang inklusif.
“Pancasila tidak boleh berhenti pada retorika di mimbar-mimbar upacara. Manifestasi sejati dari kelima sila tersebut ada pada bagaimana pemerintah daerah mampu merumuskan kebijakan ekonomi, tata ruang, dan kualitas sumber daya manusia yang berkeadilan. Dalam konteks ini, kami di BKPP AMJI-RI melihat ada keselarasan yang sangat kuat dan progresif antara semangat Pancasila dengan visi-misi pembangunan yang diusung oleh Pemerintah Kota Palopo saat ini,” ujar Muh. Rafi kepada kabarsindo, Senin pagi (1/6/2026).
Secara khusus, AMJI-RI memberikan apresiasi yang tinggi kepada Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, bersama Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin Daud. Di bawah kepemimpinan mereka, Kota Palopo dinilai berhasil merumuskan cetak biru (blueprint) masa depan daerah yang tertuang dalam visi visioner: “Palopo Baru Menuju Kota Jasa Global”.
Visi ini dinilai sebagai langkah berani untuk membawa daerah ke panggung internasional tanpa menanggalkan akar budaya lokal.
Muh. Rafi menguraikan, empat poin misi utama Pemkot Palopo secara eksplisit mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila di bidang pembangunan dan kesejahteraan ekonomi. Upaya menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berakhlak, berbudaya, bahagia, dan produktif merupakan pengejawantahan dari Sila Kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) sekaligus Sila Kelima (Keadilan Sosial).
“Komitmen Wali Kota Hj. Naili Trisal dan Wakil Wali Kota Akhmad Syarifuddin Daud untuk melahirkan pusat-pusat pertumbuhan baru berbasis lingkungan, serta meningkatkan produktivitas ekonomi melalui pemanfaatan teknologi dan kerja sama global, adalah perwujudan nyata dari kedaulatan ekonomi. Ketika kesejahteraan merata dan tata kelola pemerintahan yang sinergis serta kolaboratif terwujud, maka ketahanan ideologi Pancasila di tingkat daerah secara otomatis akan semakin kokoh,” tambah Rafi.
Di samping merefleksikan nilai-nilai kebangsaan, AMJI-RI juga mengingatkan bahwa tanggal 1 Juni secara internasional turut diperingati sebagai Hari Anak Internasional (International Children’s Day). BKPP AMJI-RI memandang momentum ganda ini sebagai pengingat strategis bagi Pemkot Palopo untuk memastikan bahwa misi pertama mereka dalam membangun SDM unggul harus dimulai sejak dini, yakni dengan menjamin pemenuhan hak, kesehatan, dan pendidikan anak-anak di Kota Palopo sebagai generasi penerus bangsa.
Menutup keterangannya, Muh. Rafi menegaskan bahwa BKPP AMJI-RI akan terus mengawal, mengawasi, sekaligus mendukung penuh setiap langkah taktis Wali Kota Hj. Naili Trisal dan Wakil Wali Kota Akhmad Syarifuddin Daud dalam mengonversi visi ‘Kota Jasa Global’ menjadi kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Palopo.
“Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Mari kita bumikan Pancasila dengan kerja nyata, inovasi, dan kolaborasi demi Palopo yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (FSL)















