Tragedi Sungai Lacinde: Komitmen Sansam Group Tingkatkan Pengawasan dan Keselamatan Pekerja

WAJO – Tragedi tenggelamnya seorang sopir truk pasir, Andi Mahmuri (53), di aliran Sungai Lacinde, Desa Lacinde, Kecamatan Pitumpanua, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat dan pelaku usaha setempat pada Minggu (21/12/2025). Kejadian yang menimpa warga asal Luwu tersebut menjadi perhatian serius bagi para pengelola tambang di wilayah tersebut.

Musmuliadi, selaku pemilik (Owner) Sansam Group yang juga memiliki unit usaha di Desa Lacinde, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Sebagai pengusaha yang beraktivitas di aliran sungai yang sama, ia merasakan betul beratnya kehilangan seorang pejuang keluarga di lapangan.

“Kami dari keluarga besar Sansam Group turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa saudara kita, Andi Mahmuri. Ini adalah duka bagi kami semua yang setiap hari mencari nafkah di aliran sungai ini,” ujar Musmuliadi.

Apresiasi Tinggi untuk Tim Gabungan

Dalam kesempatan ini, Musmuliadi secara khusus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian sejak hari pertama hingga jasad korban berhasil ditemukan.

“Kami menyaksikan langsung kerja keras Tim SAR Gabungan—mulai dari Basarnas, BPBD Wajo, jajaran TNI/Polri, hingga rekan-rekan relawan dan warga Desa Lacinde. Dedikasi mereka sangat luar biasa, bekerja tanpa lelah menyisir sungai demi membawa almarhum kembali ke keluarganya. Kami sangat menghargai sinergi tersebut,” ungkapnya.

Jarak lokasi usaha yang berdekatan dengan tempat kejadian mendorong Musmuliadi untuk segera menginstruksikan jajarannya di Sansam Group melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja di lapangan.

“Musibah ini adalah pelajaran mahal bagi kami. Faktor alam dan arus sungai terkadang sulit diprediksi. Oleh karena itu, saya telah meminta tim teknis Sansam Group untuk mengecek kembali jalur lintas armada dan memastikan titik-titik rawan terpantau dengan baik. Kami tidak ingin kejadian serupa terulang kembali,” tegas Musmuliadi.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha tambang pasir lainnya di wilayah Lacinde dan sekitarnya untuk saling mengingatkan para pekerja mengenai bahaya arus sungai, terutama saat cuaca tidak menentu.

“Keselamatan pekerja adalah prioritas utama di atas segalanya. Mari kita perketat pengawasan agar setiap tetes keringat pekerja membawa keberkahan, bukan kedukaan,” tutup pemilik Sansam Group tersebut. (*)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *