MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan pada tahun 2026 melalui program Multi Years Project (MYP). Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam menjaga serta meningkatkan kemantapan jalan provinsi.
Salah satu progres terbaru terlihat pada pekerjaan betonisasi bahu jalan di sejumlah ruas strategis dalam MYP Paket 4. Proyek yang mencakup wilayah Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo ini kini mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta kapasitas jalan dalam jangka panjang, khususnya pada ruas dengan mobilitas tinggi,” ujar Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, Sabtu (4/4/2026) sebagaimana dikutip dari sulselprov, Minggu pagi (5/4).
Pada ruas Batas Soppeng–Ulugalung, pekerjaan beton bahu jalan telah dilaksanakan di titik STA 0+275. Secara keseluruhan, panjang penanganan preservasi di ruas ini mencapai 12,16 km. Dengan betonisasi ini, struktur jalan menjadi lebih rapi, kuat, dan mampu menopang badan jalan secara optimal.
Peningkatan serupa dilakukan pada ruas Impa-Impa–Anabanua, tepatnya di STA 16+150 sisi kiri. Bahu jalan yang sebelumnya berupa tanah dan kerikil kini telah dibeton untuk memperkuat struktur tepi jalan sekaligus mendukung fungsi drainase. Adapun panjang penanganan preservasi di ruas ini mencapai 16,90 km.
Pembangunan bahu jalan beton dalam MYP Paket 4 difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur secara bertahap dan berkelanjutan. Titik-titik yang sebelumnya rawan tergerus air kini diperkuat dengan lapisan beton untuk menjamin ketahanan jalan dalam waktu lama.
Program ini merupakan wujud komitmen Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam meningkatkan standar pelayanan infrastruktur jalan provinsi.
Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan akses transportasi masyarakat menjadi lebih aman dan nyaman. Selain itu, infrastruktur yang mumpuni akan mendukung kelancaran distribusi logistik dan mobilitas hasil pertanian, yang pada akhirnya berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah. (TIM/RED)















