TAKALAR – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Takalar tahun ini terasa semakin istimewa. Sebagai bagian dari rangkaian perayaan tersebut, Bupati Takalar, H. Mohammad Daeng Manye, dijadwalkan meluncurkan tujuh destinasi wisata unggulan pada 9 Februari 2026.
Langkah strategis ini merupakan implementasi nyata dari visi-misi daerah melalui program “Takalar Cepat”. Program ini dirancang untuk mengakselerasi pembangunan di berbagai sektor prioritas, dengan pariwisata sebagai salah satu motor penggerak utamanya.
Tujuh Destinasi Wisata Unggulan
Berdasarkan data Panitia Hari Jadi Takalar, ketujuh destinasi yang akan diresmikan meliputi:
* Wisata Bahari: Pulau Sanrobengi dan Pulau Tanakeke.
* Wisata Pantai: Pantai Topejawa dan Pantai Puntondo.
* Wisata Alam & Eksotis: Parialau’, Destinasi Kale Ko’mara, dan Padang Savana Laikang.
Bupati Daeng Manye menegaskan bahwa Takalar memiliki karakteristik wilayah yang unik dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Menurutnya, potensi ini harus dikelola secara maksimal dan berkelanjutan.
“Takalar memiliki kekayaan alam luar biasa, mulai dari wisata bahari dan pantai hingga savana serta pegunungan. Jika dikelola secara profesional, destinasi ini akan menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Daeng Manye.
Selain pembangunan fisik, Bupati juga menekankan pentingnya adaptasi teknologi di era digital. Pemerintah Kabupaten Takalar berkomitmen memaksimalkan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi utama.
“Di era digital, promosi tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. Kita harus memanfaatkan teknologi agar wisata Takalar dikenal luas hingga ke tingkat internasional,” tambahnya.
Dia meyakini bahwa kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat seiring dengan perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan, dan keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam ekosistem pariwisata.
Peluncuran tujuh destinasi unggulan ini menjadi bukti konkret bahwa program Takalar Cepat terus bergerak nyata dalam menghadirkan terobosan pembangunan. Inisiatif ini diharapkan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dengan semangat HUT ke-66, Takalar optimistis bertransformasi menjadi daerah tujuan wisata utama di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat identitasnya sebagai daerah yang kompetitif dan kaya potensi. (HSN)















