Lewat Aspirasi Hamka B Kady, Puluhan Kelompok Tani di Takalar Terima Program Irigasi P3-TGAI

TAKALAR – Kabar baik datang bagi para petani di Kabupaten Takalar. Setelah sempat tidak memperoleh alokasi program pada tahun 2025 lalu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang kembali menyalurkan bantuan kepada puluhan kelompok masyarakat untuk Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Takalar.

Program P3-TGAI ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap para petani, salah satunya di Kabupaten Takalar. P3-TGAI merupakan program pemerintah yang direalisasikan melalui Kementerian PU, yang difokuskan pada perbaikan, rehabilitasi, atau peningkatan jaringan irigasi tersier/desa secara swakelola.

Program ini berbasis peran serta masyarakat (petani) dan menggunakan pola Padat Karya Tunai (PKT) untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menciptakan lapangan kerja di desa.

Ketua P3A Pattiro Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Daeng Nantang, mengaku bahwa berkat program ini para petani sudah bisa mengakses air dengan mudah untuk sawah mereka.

“Kami mengerjakan saluran sepanjang tiga ratusan meter lebih. Alhamdulillah, berkat perbaikan irigasi ini tentu kami sangat bersyukur karena ini sangat baik bagi kebutuhan petani di daerah kami, Pak,” ujar Daeng Nantang, Jumat (17/6/2026).

Daeng Nantang berharap kepada pemerintah melalui Anggota DPR RI, Hamka B. Kady, agar terus mendorong perbaikan infrastruktur irigasi di Kabupaten Takalar—baik irigasi sekunder maupun tersier—demi kebutuhan dan kesejahteraan para petani ke depan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kale Lantang, Basri Daeng Ngerang, menceritakan perubahan nyata yang dirasakan para petani. Menurutnya, berkat program P3-TGAI dari pemerintah pusat ini, air yang dulunya tidak pernah sampai, sekarang sudah mengalir lancar ke lahan-lahan persawahan.

Ia menyampaikan, dengan adanya program ini, intensitas waktu tanam menjadi lebih tinggi dari biasanya. “Masyarakat merasa senang dengan adanya saluran air ini. Yang dulunya cuma bisa tanam satu kali, sekarang sudah bisa tanam dua kali,” lanjutnya.

Bahkan, menurut Basri, di Desa Kale Lantang petani kini bisa menanam hingga tiga kali dalam setahun. Hal ini secara otomatis ikut mendongkrak hasil panen mereka.

“Bahkan di desa kami, dengan adanya program ini, petani bisa tanam sampai tiga kali. Alhamdulillah, hasilnya melimpah dan jauh lebih banyak dari sebelum-sebelumnya,” terangnya. Oleh karena itu, ia berharap program ini bisa terus dilanjutkan karena sudah terbukti memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Kale Lantang, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Daeng Kulle, mengatakan bahwa program P3-TGAI sangat bermanfaat bagi para petani di desanya.

“Alhamdulillah Pak, berkat program perbaikan irigasi ini, tingkat kesejahteraan petani di Desa Kale Lantang sangat terbantu,” ujar Daeng Kulle, Jumat (17/6/2026).

Ia pun berharap program yang memberikan dampak konkret bagi petani ini terus diakomodasi oleh pemerintah pada tahun-tahun mendatang.

“Mudah-mudahan tahun depan ada lagi program seperti P3-TGAI di Takalar, Pak. Karena selain sangat membantu pengairan sawah petani, program ini juga dapat memberdayakan masyarakat di desa kami,” pungkas Daeng Kulle.

Sebagai informasi, Program P3-TGAI dari Kementerian PU melalui BBWS Pompengan Jeneberang ini merupakan program aspirasi dari Anggota DPR RI Komisi V fraksi Partai Golkar, Hamka B. Kady. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *