Permintaan Melonjak Saat Musim Tanam dan Maulid, Disperindag Takalar Minta Tambahan Pasokan LPG 3 Kg

TAKALAR – Ketersediaan LPG 3 kilogram di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dikeluhkan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Takalar telah mengajukan permohonan tambahan pasokan (extra dropping) LPG 3 kilogram kepada PT Pertamina Patra Niaga.

Kepala Disperindag Takalar, Nuriksan Nurdin, mengatakan permohonan tersebut diajukan setelah pihaknya melakukan pemantauan terhadap kondisi distribusi LPG 3 kilogram di wilayah Takalar. Hal itu disampaikan Nuriksan kepada wartawan di ruang kerjanya, Jalan Kompleks Pasar Sentral Takalar, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kamis (10/9/2026) siang.

Nuriksan menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga Makassar, tidak terdapat pengurangan kuota LPG 3 kilogram untuk Kabupaten Takalar.

“Kuota normal. Normal ji. Ada 10 agen di Takalar, tersebar di semua kecamatan,” kata Nuriksan.

Meski kuota penyaluran normal, menurut Nuriksan, permintaan LPG 3 kilogram di lapangan mengalami peningkatan karena sejumlah kebutuhan masyarakat berlangsung bersamaan.

“Permintaan meningkat musim tanam ketiga, musim kemarau, jadi meningkat di para petani untuk pompa. Sama bulan Maulid,” ujarnya.

Peningkatan permintaan terjadi akibat aktivitas pompanisasi petani pada musim tanam ketiga di tengah musim kemarau, serta maraknya kegiatan masyarakat seperti perayaan Maulid Nabi dan pesta pernikahan.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Disperindag Takalar telah bersurat ke Pertamina guna mengajukan tambahan pasokan.

“Pekan ini kita sudah bersurat ke Pertamina untuk penambahan, istilahnya kalau di Pertamina extra dropping,” katanya.

Dalam surat permohonan tersebut, Disperindag mencantumkan indikasi kelangkaan, antrean panjang di pangkalan, hingga harga di tingkat pengecer yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18.500. Stok di tingkat agen pun dinilai belum mencukupi kebutuhan rumah tangga miskin dan pelaku UMKM. Pengajuan ini juga dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan mencegah inflasi daerah.

Data Disperindag Takalar mencatat kuota LPG 3 kilogram untuk tahun 2026 sebesar 11.118 metrik ton, dengan realisasi penyaluran mencapai 7.988 metrik ton per 17 Agustus 2026.

Disperindag juga memantau harga di pangkalan dan mengimbau agar tidak menjual melebihi HET. Sanksi tegas menanti pangkalan yang melanggar ketentuan.

“Adapun sanksi apabila melanggar adalah pemotongan alokasi dan pemutusan hubungan usaha (PHU) sesuai yang tertuang dalam surat perjanjian antara pihak agen dan pangkalan,” tegas Nuriksan.

Saat ini, terdapat 10 agen yang melayani wilayah Kabupaten Takalar. Namun, baru delapan agen yang terdata lengkap beserta jumlah pangkalannya, yaitu:
– PT Hajjah Duri Daeng Tanang (Kecamatan Galesong Utara) – 88 pangkalan
– PT Muhtar Jaya (Kecamatan Galesong Utara) – 117 pangkalan
– PT Dwi Maju Energi (Kecamatan Galesong Selatan) – 39 pangkalan
– PT Galesong Energi Utama (Kecamatan Galesong) – 18 pangkalan
– PT Bagah Kong Jaya Perkasa (Kecamatan Galesong) – 119 pangkalan
– PT Sarana Migas Mitra Bersama (Kecamatan Galesong) – 42 pangkalan
– PT Surya Puzulindo (Kecamatan Pattallassang) – 39 pangkalan
– PT Gas Murni Energi (Kecamatan Sanrobone) – 13 pangkalan

Penyaluran tambahan pasokan ini nantinya akan diawasi bersama Satgas Pangan agar tepat sasaran. Permohonan extra dropping telah diteruskan kepada Executive General Manager Regional Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga di Makassar dengan harapan kebutuhan masyarakat, petani, dan UMKM terpenuhi sesuai HET. (HSN/TIM)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *