SOPPENG – Bulan Juni menjadi momentum penting untuk mengenang pemikiran, perjuangan, dan cita-cita besar Bung Karno dalam meletakkan dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu gagasan yang tetap relevan hingga hari ini adalah berdikari di bidang pangan, yaitu kemampuan bangsa Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangannya dengan mengandalkan kekayaan alam dan potensi sendiri.
Sebagai bagian dari peringatan Bulan Bung Karno, DPC Soppeng turut ambil bagian dalam Festival Kuliner Berbasis Resep Buku Mustika Rasa. Dalam festival ini, DPC Soppeng menyajikan Nasi Goreng Ikan Asin, sebuah hidangan sederhana yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.
Kesederhanaan tersebut bukanlah simbol keterbatasan, melainkan cerminan kearifan dalam memanfaatkan hasil bumi dan laut Nusantara menjadi hidangan yang bergizi, lezat, serta bernilai budaya tinggi. Acara tersebut dilaksanakan di Kantor DPD PDI Perjuangan Sulsel.
Buku Mustika Rasa sendiri bukan sekadar kumpulan resep masakan, melainkan simbol penghormatan terhadap kekayaan kuliner Nusantara. Melalui buku ini, Bung Karno ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan pangan yang luar biasa, sehingga tidak perlu kehilangan jati diri akibat tergoda oleh budaya konsumsi luar.
Semangat itulah yang terus dihidupkan oleh para kader partai. Mencintai makanan lokal berarti mengapresiasi petani yang menanam padi, nelayan yang melaut, peternak, pelaku UMKM, serta seluruh anak bangsa yang bekerja menjaga ketahanan pangan Indonesia. Setiap kali kita memilih pangan lokal, kita sesungguhnya sedang memperkuat ekonomi rakyat dan mengamalkan semangat gotong royong.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Bulan Bung Karno ini sebagai pengingat untuk membangun pola hidup sehat melalui konsumsi makanan yang bergizi, beragam, seimbang, dan berbahan baku lokal. Di tengah maraknya makanan instan dan cepat saji, sudah saatnya kita kembali menghargai masakan rumahan yang lebih sehat, alami, dan mencerminkan identitas bangsa,” kata salah satu pengurus DPC Soppeng, Sabtu (4/7/2026).
Bung Karno pernah mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang percaya pada kekuatan dirinya sendiri. Semangat berdikari itu tidak hanya diwujudkan dalam politik dan ekonomi, tetapi juga dalam budaya konsumsi dan kedaulatan pangan. Indonesia akan semakin kuat apabila rakyatnya bangga mengonsumsi hasil bumi sendiri dan menjadikan pangan lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri.
“Mari kita jadikan Festival Kuliner Berbasis Resep Buku Mustika Rasa ini bukan sekadar ajang menikmati hidangan, melainkan sebuah gerakan bersama untuk melestarikan warisan kuliner Nusantara, membangun masyarakat yang sehat, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat di bidang pangan. Berdikari dalam pangan, sehat dalam kehidupan, dan bergotong royong membangun Indonesia,” tutupnya. (RED)















