TAKALAR – Pemasangan spanduk rangkaian acara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dalam acara malam ramah tamah Kaddo’ Minyak di seluruh desa se-Kabupaten Takalar memicu sorotan. Pasalnya, spanduk resmi yang mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten Takalar tersebut hanya memuat foto Bupati Takalar, Firdaus Dg. Manye, bersama kepala desa setempat tanpa menyertakan foto Wakil Bupati.
Kritik tersebut disampaikan oleh legislator DPRD Takalar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Hilal. Menurut politisi muda asal Galesong ini, hal semacam itu seharusnya tidak terjadi agar tidak menimbulkan kesan kurang baik di tengah masyarakat. Apalagi, tata kelola pemerintahan selama ini berjalan dengan normal.
Ia menegaskan, jika kegiatan tersebut merupakan acara resmi pemerintah daerah, foto Bupati dan Wakil Bupati sepatutnya ditampilkan secara proporsional sebagai wujud kebersamaan kepemimpinan. Menurutnya, Bupati dan Wakil Bupati adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan.
“Seharusnya tidak boleh begitu jika ini acara formal yang membawa nama Pemerintah Kabupaten Takalar. Bupati dan Wakil Bupati itu satu kesatuan yang sama-sama bersepakat dan dipilih oleh masyarakat Takalar,” tegas H. Hilal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak dicantumkannya foto Wakil Bupati pada spanduk tersebut diduga sesuai arahan dinas terkait yang menjadi penanggung jawab kegiatan Kaddo’ Minyak di tingkat desa dan kelurahan. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan atau klarifikasi resmi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) maupun pihak Pemerintah Kabupaten Takalar terkait permasalahan tersebut. (HSN)















