TAKALAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, inovasi “PASSIRIKA BOS” berhasil menembus panggung nasional setelah meraih penghargaan dalam ajang detiktimur Awards 2026.
Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., menerima langsung penghargaan tersebut dalam acara Anugerah Inovasi dan Kontribusi untuk Indonesia Bagian Timur yang digelar di Jakarta, Jumat (7/8/2026) malam.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa terobosan Pemkab Takalar dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan mulai mendapat pengakuan nasional. Inovasi PASSIRIKA BOS sendiri dihadirkan oleh Pemkab Takalar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) di bawah kepemimpinan Dody Riyan Saputra.
Dody Riyan Saputra, Kadis Termuda yang Dorong Pendidikan Berbasis Digital
Di bawah kepemimpinan Dody Riyan Saputra, Disdikbud Takalar terus mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk memperkuat tata kelola pendidikan. Dody, yang dikenal sebagai salah satu kepala dinas termuda di lingkungan Pemkab Takalar, dinilai mampu membawa semangat baru dalam menghadirkan pelayanan pendidikan yang adaptif.
Salah satu hasil konkretnya adalah Smart System Tata Kelola Dana Pendidikan yang diwujudkan melalui aplikasi PASSIRIKA BOS. Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu satuan pendidikan dalam mengelola Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara digital.
Dengan sistem tersebut, proses administrasi penggunaan dana BOS menjadi lebih terintegrasi, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. PASSIRIKA BOS juga mempermudah sekolah dalam pencatatan dan pelaporan, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran pendidikan.
Tak Hanya Digitalisasi, tetapi Juga Perbaikan Tata Kelola
Bagi Pemkab Takalar, PASSIRIKA BOS bukan sekadar aplikasi digital biasa, melainkan wujud nyata dalam membangun tata kelola pendidikan yang lebih transparan dan tepat sasaran. Digitalisasi ini sekaligus memangkas birokrasi administrasi yang memakan waktu dan membuka akses informasi pengelolaan anggaran di setiap satuan pendidikan.
Keberhasilan ini menarik perhatian panitia detiktimur Awards 2026—sebuah ajang apresiasi bagi pemerintah daerah, lembaga, maupun berbagai pihak yang dinilai memberikan kontribusi serta inovasi nyata bagi kemajuan Indonesia bagian timur.
Bagi Disdikbud Takalar, capaian ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Dody Riyan Saputra beserta jajaran membuktikan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak hanya bertugas menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga mampu melahirkan terobosan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Daeng Manye: Inovasi Takalar Mendapat Pengakuan Nasional
Penghargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemkab Takalar. Di bawah kepemimpinan Bupati Daeng Manye, transformasi digital dijadikan pilar penting untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih cepat, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Melalui PASSIRIKA BOS, Pemkab Takalar menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga perbaikan tata kelola dan akuntabilitas anggaran.
Raihan detiktimur Awards 2026 menjadi amunisi motivasi bagi Pemkab Takalar untuk terus berinovasi di berbagai sektor. PASSIRIKA BOS kini telah membawa nama Kabupaten Takalar ke panggung nasional—membuktikan bahwa inovasi dari daerah mampu bersaing dan mendapat apresiasi setinggi-tingginya. (HSN)















