Kawal Dana APBN, Tim Gabungan Kejari, Polres, dan Disdikbud Takalar Monitoring Proyek Revitalisasi Sekolah

TAKALAR – Tim gabungan dari Kejaksaan Negeri Takalar, Polres Takalar, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Takalar kembali melakukan pemantauan ke sejumlah sekolah penerima Program Revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia pada Rabu (5/8/2026).

Adapun beberapa sekolah penerima bantuan revitalisasi yang dikunjungi oleh tim gabungan tersebut meliputi SMPN 5 Polongbangkeng Utara, TK Sejati, SDN Jenemaeja, SDN Kalongkong, SDN Tamasongo, dan SMPN 2 Galesong Utara.

Peninjauan ini dilakukan untuk mengawal proyek yang bersumber dari APBN tersebut agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan hukum, tepat sasaran, serta terhindar dari potensi penyimpangan anggaran.

Dalam pemantauan tersebut, tim memeriksa langsung progres fisik pembangunan, berdialog dengan pihak sekolah dan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), serta memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal yang telah ditetapkan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Mursalim, membenarkan adanya kegiatan kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari tim gabungan tersebut.

“Iya, ada kegiatan monev bersama tim dari Kejari dan Polres Takalar terhadap program revitalisasi yang sedang berjalan,” kata Mursalim.

Ia menjelaskan bahwa pengawalan proyek revitalisasi jenjang TK, SD, dan SMP di Kabupaten Takalar merupakan wujud sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum guna menjaga akuntabilitas penggunaan uang negara.

Menurut Mursalim, keterlibatan kejaksaan dan kepolisian bertujuan memastikan seluruh tahapan pembangunan taat aturan sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran di lapangan.

“Pengawalan proyek revitalisasi oleh tim Kejari dan Polres Takalar bertujuan memastikan proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan hukum,” tegas Mursalim.

Ia menambahkan, pengawasan ketat sejak awal diharapkan mampu menjamin pembangunan sarana dan prasarana selesai tepat waktu, memenuhi standar kualitas, serta memberikan manfaat nyata bagi para siswa.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Polongbangkeng Utara, Basri, juga mengonfirmasi adanya kunjungan tim monitoring gabungan dari kejaksaan, kepolisian, dan Disdikbud Takalar di sekolahnya.

“Iya Pak, benar ada kunjungan tim monitoring dari Kejari, Polres Takalar, dan Disdikbud,” ujar Basri saat dihubungi wartawan.

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Basri, tim memeriksa beberapa ruangan bangunan untuk memastikan progres pengerjaan berjalan sesuai harapan, tepat waktu, dan memiliki kualitas fisik yang baik.

“Dalam pemantauan, tim mengecek kualitas bahan, progres pengerjaan, serta kendala yang dihadapi di lapangan,” kata Basri.

Basri mengungkapkan bahwa pengawalan dari aparat penegak hukum dan Disdikbud Takalar sangat positif. Hal ini membantu pihak penerima bantuan agar pengerjaan di lapangan benar-benar dimaksimalkan sesuai petunjuk teknis (juknis) dan penggunaan anggarannya dipertanggungjawabkan dengan baik.

“Ini hal yang sangat positif dan membantu penerima manfaat program revitalisasi dalam menjalankan kegiatan sesuai ketentuan hukum,” pungkasnya.

Usai dari SMPN 5 Polongbangkeng Utara, tim gabungan melanjutkan peninjauan ke TK Sejati Polongbangkeng Timur dan SDN Jenemaeja Polongbangkeng Timur.

Langkah pemantauan bersama ini diharapkan mampu menjaga pelaksanaan proyek revitalisasi agar tetap berada di koridor hukum, sehingga alokasi anggaran negara benar-benar menghasilkan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan di Kabupaten Takalar. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *