TAKALAR – PT Pertamina Patra Niaga Makassar merespons permohonan extra dropping LPG 3 kilogram yang sebelumnya diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Takalar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Respons tersebut diwujudkan dengan penambahan pasokan LPG 3 kg yang didistribusikan ke seluruh agen dan pangkalan di Kabupaten Takalar.
Kepala Disperindag Takalar, Nuriksan Nurdin, mengungkapkan bahwa informasi tambahan pasokan tersebut disampaikan langsung oleh pihak Pertamina Patra Niaga Makassar melalui pesan WhatsApp.
Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi wartawan di Gedung DPRD Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Senin (14/9/2026).
Saat memberikan keterangan, Nuriksan didampingi oleh Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Takalar, Arman Arif, di sisi kiri, serta Kepala UPTD Metrologi Legal Takalar, Supriadi, di sisi kanan.
Berdasarkan informasi dari Pertamina, kata Nuriksan, tambahan pasokan LPG 3 kg tahap pertama disalurkan pada 10–12 September 2026 dengan jumlah sekitar 6.720 tabung, atau setara dengan 50 persen dari rata-rata penyaluran harian yang disebar ke seluruh agen dan pangkalan.
“Untuk minggu ini, 10 sampai 12 September, kami sudah tambahkan sekitar 6.720 tabung, 50 persen rata-rata harian,” ujar Nuriksan mengutip pesan dari Pertamina.
Penyaluran tersebut tidak berhenti pada periode tersebut. Pertamina kembali menyalurkan tambahan tahap kedua pada Minggu, 13 September 2026, dengan jumlah yang sama, yakni 6.720 tabung. Dengan demikian, total akumulasi tambahan pasokan LPG 3 kg mencapai 13.440 tabung, yang setara dengan peningkatan sekitar 100 persen dari rata-rata penyaluran harian di Takalar.
“Jadi total per besok sudah bertambah 13.440 tabung, bertambah sekitar 100 persen rerata harian,” demikian keterangan Pertamina yang diterima Disperindag pada Minggu (13/9).
Lonjakan Permintaan di Lapangan
Tambahan pasokan ini menjadi langkah solutif atas meningkatnya permintaan LPG 3 kg di lapangan. Sebelumnya, Disperindag Takalar mencatat lonjakan kebutuhan yang dipicu oleh aktivitas petani untuk pompanisasi dalam menghadapi musim tanam ketiga di tengah musim kemarau. Selain itu, kebutuhan gas melon ini juga meningkat tajam akibat aktivitas masyarakat selama momentum perayaan Maulid dan pesta perkawinan.
Dalam pengajuan extra dropping sebelumnya, Disperindag juga menyoroti persoalan antrean panjang di pangkalan serta maraknya harga LPG 3 kg di tingkat pengecer yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18.500. Terkait hal ini, Disperindag Takalar secara tegas telah mengingatkan para pangkalan agar menjual LPG 3 kg sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku.
Pengawasan Distribusi dan Harga
Nuriksan mengatakan, tambahan 13.440 tabung tersebut kini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Takalar melalui jaringan agen dan pangkalan yang tersebar di berbagai kecamatan.
Pemerintah daerah berharap langkah ini dapat mered reducir tekanan ketersediaan, menekan antrean di pangkalan, serta mencegah masyarakat membeli di pengecer dengan harga di atas HET.
Sebagai catatan, kuota LPG 3 kg untuk Kabupaten Takalar pada tahun 2026 mencapai 11.118 metrik ton, dengan realisasi penyaluran tercatat sebanyak 7.988 metrik ton per 17 Agustus 2026. Pihak Pertamina sebelumnya juga telah memastikan bahwa tidak ada pengurangan kuota untuk Kabupaten Takalar.
Ke depan, pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan agar tambahan pasokan ini benar-benar tepat sasaran hingga ke tangan masyarakat yang berhak, serta tidak tertahan di tingkat agen atau pangkalan. Pengawasan harga yang ketat juga menjadi kunci agar tambahan pasokan ini tidak hanya mengatasi kelangkaan, tetapi juga menjaga stabilitas harga sesuai HET. (HSN)















