JURNAL LUWU UTARA – Pusat Kesehatan Masyarakat berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya. Lalu membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat. Kemudian memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya.
Namun sayang, fungsi pelayanan Puskesmas Kecamatan Tana Lili, Kabupatem Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) berbandig terbalik dengan fungsi pelayanan yang sebenarnya.
Mirisnya, Puskesmas tersebut menolak mengantar salah satu pasien yang mengalami keadaan kritis menggunakan mobil ambulans untuk menjalani perawatan ke rumah sakit yang lebih layak.
“Ditolak dengan alasan prosedural, jadi pasien terpaksa dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil pribadi. Kondisinya kritis dengan luka berat akibat kecelakaan motor, bahkan darah bercucuran terus dibagian telinga dan lutut,” ucap salah satu keluarga korban, Ibol, Jumat (7/6/2024).
Diketahui, pasien itu bernama Jopang, warga Desa Munte, Kecamatan Tana Lili.
Mulanya Ibol (keluarga korban Jopang) membawa ke puskesmas setempat. Sebab Jopang mengalami luka di lutut mengangah dan di bagian kepala juga.

“Saya dan keluarga membawa Jopang ke puskesmas Tanah Lili, lukanya cukup serius dan banyak mengeluarkan darah, setibanya kami di puskesmas, seorang petugas jaga menerima kami lalu melakukan infus dan hanya membiarkannya tergeletak di tempat tidur dengan darah yang bercucuran,” kata Ibol.
Selang beberapa lama, Ibol merasa khawatir karena petugas saat itu tidak ada yang mau melalukan perawatan intensif agar darah korban berhenti.
“Kami panik dan khawatir, akhirya kami ambil inisiatif meminta rujukan ke petugas membawa sepupu saya ke RSUD Andi Jemma yang ada di Masamba menggunakan ambulans, namun kami menduga petugas menolak memberikan ambulans,” terangnya.
Ibol mengungkapkan bahwasanya, kata petugas jaga tidak bisa sebab kalau pakai ambulans harus melewati beberapa proses.
“Seperti menunggu konfirmasi dari pihak RSUD Andi Jemma Masamba, karena katanya petugas sudah menelepon ke RSUD Andi Jemma,” kata Ibol menirukan ucapan petugas saat itu.
Lanjut Ibol mengatakan bahwa dirinya sempat bertengkar dengan mereka yang beberbicara terkait prosedur yang membuat dirinya dan keluarga emosi.
“Ya saya bertengkar, sementara Jopang ini sudah sangat memprihatinkan. Karena itu keluarga memutuskan membawa Jopang dengan mobil pribadi,” tegasnya.
Secara terpisah, salah satu pihak Puskesmas Kecamatan Tana Lili yang dikonfirmasi, tidak tahu menahu kalau ada masalah seperti itu di puskesmas.
“Nanti coba saya konfirmasi ke petugas yang piket ini malam terkait insiden ini,” ucapnya. (RED)















