JURNAL SOPPENG – “dokter umum PKM Tajuncu inisial AD itu pelayanan medisnya sangat baik dan ramah sekali. Cara menjelaskan tentang kesehatan itu sangat pintar,” ucap salah seorang warga wilayah Tajuncu inisial AB saat dikonfirmasi JURNAL via telepon selular, Senin malam (21/10/2024).
Ditanya soal pelayanan rawat inap dan rawat jalan di PKM Tajuncu, AB menegaskan sangat bangus, perlengkapan medis juga terpenuhi.
“Kalau masalah medis sangat bagus terhadap pasien. Pelayanan juga sangat bagus,” sambungnya.
Kata dia, pasien hanya mengetahui dokter AD pindah di UPTD Puskesmas Cakkuridi.
“Saya juga merasa kaget dapat informasi bahwa dokter AD pindah lalu mengundurkan diri. Kalau bicara soal tanggapan pasien terhadap dokter AD, bisa dikatakan pasien merasa kehilangan, banyak pasien yang menyukai dokter AD. Pasien hanya tahu dokter AD pindah tugas. Dan bisa dibilang saya sendiri kadang minta resep ke dokter AD,” terangnya.
Dihubungi terpisah, WD yang juga merupakan salah satu pasien dokter AD kaget saat mengetahui bahwa dokter AD pindah tugas.
“Kaget juga dengar bahwa dokter AD pindah tugas, lalu kemudian dengan informasi dia mundur. AD sudah seperti keluarga sendiri. Pelayanannya sangat bagus,” jelasnya.
Berita terkait: Kadinkes Soppeng Pindahtugaskan dokter Umum, AD Pilih Mengundurkan Diri
JURNAL mendapatkan sebuah foto yang beredar, tertulis “Mundur terhormat daripada menerima kezaliman penguasa”.
Diberitakan sebelumnya, saat ini dokter AD menjadi sorotan publik, pasalnya Kadinkes Soppeng, Andi Maria Razak melakukan pemindahtugas terhadap dokter umum AD ke wilayah UPTD Puskesmas Cakkuridi.
Hanya berselang hitungan hari, dokter AD mengundurkan diri karena kecewa tanpa adanya pertimbangan dari dinas terkait, dimana rumah dokter AD terbilang jauh dengan tempat penugasannya yang baru.
“Tidak adanya penyampaian atau pemberitahuan sebelumnya. Lalu surat tugas terbit tanggal 4 Oktober 2024, dan penugasan terhitung tanggal 7 Oktober tapi surat tugas di sampaikan kepada dokter AD pada tanggal 15 Oktober, melalui pesan WhatsApp/soft file hasil scan,” ucap dokter AD dalam keterangannya yang diterima JURNAL, Senin (21/10). (FSL)















