Tragedi SMPN 4: Bangunan Keropos Makan Korban, Keluarga Siswa Kecewa dengan Respon Kepala Sekolah

TAKALAR – Empat siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setelah insiden ambruknya trotoar/jalan menuju ruang kelas pada Senin, 24 November 2025, sekitar pukul 11.00 WIB.

Insiden naas tersebut mengakibatkan empat pelajar mengalami luka-luka dan segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Sekitar pukul 12.00 WIB, keluarga korban bersama salah satu tokoh masyarakat tiba di lokasi kejadian, SMPN 4. Kedatangan mereka bertujuan untuk mencari kejelasan dan pertanggungjawaban terkait robohnya bangunan tersebut. Namun, respons dari pihak sekolah, terutama Kepala Sekolah, justru menuai kritik keras.

Berdasarkan keterangan dari keluarga korban, pihak sekolah dinilai bersikap cuek dan bahkan marah-marah kepada masyarakat (keluarga korban), serta memberikan pelayanan yang kurang baik.

Saat keluarga korban mencoba menanyakan beberapa poin penting, pihak sekolah memberikan jawaban yang dinilai tidak memuaskan:

Pelaporan ke Dinas Pendidikan: Ketika ditanya apakah pihak sekolah sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan, jawabannya adalah, “Kenapa banyak sekali ditanya? Apa urusannya dengan Anda?”

Kelalaian Bangunan: Mengenai informasi bahwa bangunan trotoar sudah dalam kondisi keropos dan berisiko namun dibiarkan, pihak sekolah berdalih, “Tidak ada dana perbaikan, makanya dibiarkan begitu saja.”

Kepala sekolah dilaporkan sempat marah-marah kepada masyarakat yang melontarkan pertanyaan, membuat suasana di lokasi menjadi kurang kondusif.

Hal yang paling disoroti adalah lambatnya penanganan terhadap empat siswa korban saat kejadian. Keluarga korban menyebutkan bahwa setelah insiden, sempat tidak ada satu pun dari pihak sekolah yang berinisiatif membawa korban ke Puskesmas.

Situasi tersebut baru berubah setelah salah satu guru di sekolah tersebut bersitegang dan mendesak agar korban segera dibawa ke fasilitas kesehatan.

“Korban ini harus dibawa ke Puskesmas, jangan dibiarkan begitu saja,” ujar guru tersebut, yang akhirnya memastikan keempat siswa korban mendapatkan penanganan medis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan setempat terkait insiden ini maupun sikap pihak SMPN 4 terhadap keluarga korban. (HSN/TIM)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *