Polemik Bantuan Beras di Takalar: Kadus Sebut Pengurangan untuk Pemerataan Warga Miskin

TAKALAR – Menanggapi berita viral di media sosial melalui akun Facebook “Takalar Infota”, Pemerintah Desa Minasa Baji memberikan klarifikasi terkait penyaluran beras Bulog di Dusun Bauluang, Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, pada Selasa (23/12/2025).

Sebelumnya, akun tersebut menuding adanya praktik tidak transparan dan pungutan liar (pungli). Warga dilaporkan harus membayar Rp10.000 per karung, serta adanya pemotongan hak penerima yang seharusnya mendapatkan 20 kg menjadi hanya 10 kg tanpa musyawarah.

Kepala Dusun Bauluang, Manja Daeng Sore, membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama, bukan keputusan sepihak.

“Kami menolak tuduhan bahwa pengurangan bantuan dilakukan tanpa alasan jelas. Pengurangan sebagian bantuan dan biaya transportasi sebesar Rp10.000 disepakati bersama untuk biaya angkut dari kantor desa ke Dusun Bauluang yang menempuh waktu 40 menit,” ujar Manja dalam video klarifikasi, Rabu (24/12/2025).

Terkait pengurangan jumlah beras, Manja menjelaskan bahwa hal itu bertujuan untuk azas pemerataan bagi warga miskin lain yang selama ini belum pernah menerima bantuan. Langkah ini diklaim telah melalui musyawarah dan diperkuat dengan Berita Acara Kesepakatan tertanggal 20 Desember 2025.

Dalam dokumen tersebut, penerima manfaat sepakat membagikan 1 karung beras dan 2 liter minyak kelapa kepada warga miskin lainnya tanpa paksaan. “Kami berharap penjelasan ini dapat meluruskan informasi yang tidak akurat di masyarakat,” tutupnya. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *