PALOPO – Ketua Badan Kajian dan Pengawasan Pembangunan Aliansi Media Jurnalis Independen Republik Indonesia (AMJI-RI), Muh. Rafii, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada aparat Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo.
Menurutnya, kedua instansi tersebut telah bekerja secara maksimal dan dedikatif dalam upaya preventif maupun represif terkait pemberantasan narkoba, baik melalui kampanye persuasif, pemasangan media informasi, maupun sosialisasi intensif di tengah masyarakat.
Rafii menegaskan bahwa keberhasilan dalam menekan laju peredaran narkotika tidak hanya bergantung pada aparat, namun sangat dipengaruhi oleh soliditas koordinasi lintas sektor.
“Kita harus objektif dalam menilai kinerja aparat. Penanganan yang dilakukan sudah sangat optimal. Oleh karena itu, kita tidak bisa serta-merta melayangkan tuduhan tanpa dasar terhadap keterlibatan oknum tertentu,” ujarnya, di Kota Palopo, Jumat (24/4/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa episentrum dari keberhasilan pemberantasan narkoba terletak pada keterlibatan aktif masyarakat. Sinergitas antara pemerintah setempat, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas menjadi garda terdepan dalam pengawasan wilayah.
Partisipasi kolektif di setiap kelurahan krusial untuk meminimalisasi ruang gerak para bandar dalam mendistribusikan barang haram tersebut.
“Perlu kita pahami bersama bahwa fenomena peredaran narkoba merupakan tantangan global yang hampir dihadapi oleh seluruh negara, bukan hanya di Kota Palopo. Pada akhirnya, instrumen paling efektif untuk memutus mata rantai ini adalah kesadaran individu. Jika setiap warga memiliki integritas untuk tidak menyentuh narkoba, niscaya pangsa pasar bagi para pengedar akan hilang dengan sendirinya,” pungkas Rafii.
Sebagai penutup, ia kembali menegaskan dukungan penuh terhadap Kepolisian dan BNN dalam menjalankan mandat konstitusionalnya memberantas narkoba demi menciptakan lingkungan yang bersih dan aman bagi generasi mendatang. (FSL)















