Gelar Nobar Suara Papua, KAKMS Suarakan Pesan Damai dari Takalar

TAKALAR – Komite Aktivis Kerakyatan Mahasiswa Sul-Sel (KAKMS) menyelenggarakan kegiatan nonton bareng (nobar) film berjudul “Suara Papua” di Inimo De Cafe, Kabupaten Takalar, pada Rabu malam (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung damai ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai elemen pemuda, mulai dari anggota komunitas, aktivis, hingga pelaku seni dan budaya yang ada di Takalar.

banner 1600x606

Ketua Pelaksana Kegiatan, Abdul Salam, menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai realitas kehidupan di Papua.

“Kegiatan ini bertujuan agar kita dapat memperoleh pemahaman secara utuh mengenai potret kehidupan masyarakat Papua yang tenteram, terus berkembang, dan harmonis. Kita ingin masyarakat melihat Papua tanpa terdoktrinasi oleh isu-isu liar yang mendeskripsikan daerah tersebut seolah-olah sedang mengalami situasi mencekam,” ungkap Salam.

Salam juga menambahkan, kegiatan nobar ini memberikan kesan positif serta membangun ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat Papua.

“Kegiatan ini juga mengisyaratkan bahwa masyarakat Papua sama dengan masyarakat di daerah lainnya. Mereka ingin merasakan kesejahteraan, kemajuan, dan pembangunan yang adil. Kita dapat melihat pesona Papua dari berbagai sisi, baik keindahan alam, budaya, maupun aktivitas masyarakat sebagaimana lazimnya,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Koordinator Kajian Pengembangan Daerah KAKMS, Wahyudi, mengungkapkan bahwa film tersebut berhasil menampilkan nuansa kehidupan masyarakat Papua di wilayah Nabire, Wamena, dan Jayapura, yang memperlihatkan harmonisasi hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Kita dapat melihat bahwa program pemerintah—baik pusat, provinsi, maupun daerah—sangat membantu masyarakat. Program-program tersebut menyasar berbagai aspek penting seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, dan keagamaan yang memang sangat dibutuhkan masyarakat,” tutur Wahyu.

Dirinya juga mengulas bagaimana harmoni kehidupan di Papua menunjukkan semangat kebersamaan, persatuan, dan keterbukaan.

“Dari film itu, kita melihat nuansa kehidupan yang berjalan harmoni dengan menjaga kebersamaan antara pemerintah, aparat negara, dan masyarakat lokal dalam mendorong kemajuan Papua,” tambahnya.

Sebagai penutup, Wahyu menegaskan bahwa warga Papua bukan sekadar objek yang bisa dijadikan bahan diskursus atau opini demi kepentingan pribadi oknum tertentu. Sebaliknya, masyarakat Papua ingin menjadikan daerahnya sebagai mutiara dan lokomotif pembangunan negara yang memajukan Indonesia dari kawasan timur. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *