TAKALAR – Lima Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mendapatkan bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kelima SMP tersebut saat ini tengah menggenjot pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi sarana dan prasarana ruang belajar siswa. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas fasilitas sekolah demi mendukung proses pembelajaran yang lebih optimal.
Kepala UPT SMPN Satu Atap (Satap) Punaga, Sahrul, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat atas bantuan revitalisasi sebesar Rp1.118.852.000 yang diterima sekolahnya.
Menurut Sahrul, Program Revitalisasi dari pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan modern. Peningkatan fasilitas tersebut berdampak langsung pada motivasi belajar siswa serta kinerja para guru di sekolah.
“Alhamdulillah Pak, kami sangat bersyukur karena mendapatkan program bantuan revitalisasi tahun 2026. Ini memberikan perubahan yang cukup besar untuk memperbaiki sarana dan prasarana di UPT SMPN Satu Atap Punaga,” ujar Sahrul kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sanrobone, Ibrahim, yang sekolahnya mendapatkan program bantuan serupa, turut memberikan apresiasi tinggi.
“Kami merasa sangat terbantu dengan program ini. Fasilitas sekolah yang selama ini mulai rusak di beberapa bagian, kini bisa kami remajakan dan perbaiki sesuai dengan anggaran yang disediakan,” kata Ibrahim.
Senada dengan yang lain, Kepala SMPN 5 Mangarabombang Takalar, Ratnawati, menyambut baik bantuan program revitalisasi yang diterima sekolahnya. Ia mengungkapkan bahwa pembenahan fisik dari pemerintah pusat ini secara langsung meningkatkan kualitas belajar melalui suasana yang lebih kondusif.
“Ruang kelas yang baru, terang, dan bersih membuat siswa lebih fokus belajar. Fasilitas yang lebih modern, seperti kehadiran laboratorium, perpustakaan, atau lapangan olahraga baru, juga sangat mendukung bakat siswa,” kata Ratnawati dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Ratnawati menambahkan, aspek aksesibilitas juga menjadi lebih baik. Bangunan baru umumnya dirancang lebih ramah untuk semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus (inklusif). Keberadaan fasilitas mengajar yang lengkap ini pun secara otomatis meningkatkan semangat dan kebanggaan guru dalam memberikan materi.
“Siswa merasa lebih percaya diri dan bangga terhadap kondisi sekolah mereka sendiri. Di samping itu, orang tua siswa atau wali murid merasa tenang karena anak-anak mereka belajar di tempat yang aman,” tutur Ratnawati.
Ia juga menekankan bahwa revitalisasi ini menjamin keamanan struktur bangunan dalam jangka panjang.
“Renovasi menyeluruh menghilangkan rasa cemas terhadap risiko atap bocor atau dinding retak. Program dari pemerintah ini menjadi investasi masa depan karena bangunan yang kokoh menjamin kenyamanan generasi siswa hingga bertahun-tahun ke depan. Selain itu, tampilan sekolah yang estetik tentu meningkatkan daya tarik bagi calon siswa baru,” tutup Kepala SMPN 5 Mangarabombang tersebut.
Di tempat terpisah, Kepala SMPN 5 Polongbangkeng Utara (Polut), Basri, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung program revitalisasi sekolah yang direalisasikan oleh pemerintah.
“Program ini merupakan bentuk perhatian nyata dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Dengan begitu, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran,” ujar Basri saat dihubungi wartawan, Selasa (14/7/2026).
Basri berharap pelaksanaan revitalisasi berjalan lancar sesuai rencana dengan tetap memperhatikan mutu pekerjaan dan ketepatan waktu.
“Insyaallah, kami di sekolah siap mendukung dan menjaga hasil pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh peserta didik dalam jangka panjang. Semoga program ini menjadi ikhtiar bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan layanan terbaik bagi anak-anak bangsa,” tutup Basri.
Adapun SMPN 2 Galesong Utara yang dikabarkan turut menerima program bantuan revitalisasi serupa dari pemerintah pusat, hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi. (HSN)















