TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tanaman pangan.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyediaan sarana pascapanen berupa mesin pengering (dryer) jagung berkapasitas 10 ton. Bantuan ini diperoleh Pemkab Takalar melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Takalar.
Kepala DTPHPKP Kabupaten Takalar, Parawansa, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi intensif yang dilakukan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, dengan Direktur Jenderal di Kementerian Pertanian.
Menurut Parawansa, langkah tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan kebutuhan petani, terutama terkait penyediaan sarana dan prasarana penunjang.
“Dryer jagung 10 ton ini diperuntukkan bagi Kelompok Tani Massamaturu di Kelurahan Mangadu, Kecamatan Mangarabombang, serta Kelompok Tani Makmur di Desa Banyuanyara, Kecamatan Sanrobone,” ungkap Parawansa.
Ia menjelaskan, kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu membantu kelompok tani mengoptimalkan penanganan hasil panen, khususnya proses pengeringan jagung. Dengan dukungan sarana tersebut, petani dapat mengelola hasil produksi secara lebih efisien.
Bantuan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dari hulu hingga pascapanen. Tujuannya, agar hasil produksi petani tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga memiliki kualitas yang lebih terjaga.
Ke depan, Pemkab Takalar akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah pusat guna menghadirkan berbagai program dan bantuan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat tani.
Bupati Takalar, Daeng Manye, menegaskan pentingnya perhatian khusus pada sektor pertanian karena berperan strategis dalam menopang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Melalui pemanfaatan mesin pengering jagung ini, kelompok tani penerima diharapkan mampu mengoptimalkan aktivitas pertanian sekaligus memberikan nilai tambah bagi komoditas jagung di Takalar. (HSN)















