Korban Pelecehan Capek Diperiksa, PPA Polres Lutim Dinilai Lamban Tangani Kasus

JURNAL LUWU TIMUR – Unit PPA Polres Luwu Timur (Lutim), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali melakukan pemeriksaan terhadap korban pelecehan anak asal Desa Lera, Kecamatan Wotu, bernama Suci (nama samaran) pada Sabtu (13/1/2024).

Saat dilakukan pemeriksaan, korban didampingi orang tuanya NF serta UPTD PPA Lutim.

banner 1600x606

Orang tua korban NF saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Suci kembali diperiksa oleh polisi.

“Ini pemeriksaan yang kesekian kalinya, ya mungkin sudah belasan kali mulai dari Polsek Wotu sampai Polres, entah kapan ada hasilnya,” tanya NF.

“Suci diperiksa masalah bukti rekaman audio, dan perasaan ini sudah pernah diperiksa sebelumnya,” sambungnya.

Baca juga: Kasus Pelecehan di Lutim Lamban; Mau Dilanjutkan atau Didiamkan

Korban pelecehan Suci (nama samaran) hendak memasuki ruang pemeriksaan.

Baca juga: PPA Polres Lutim Dinilai Lamban Tangani Kasus Pelecehan

Katanya, NF merasa lelah diperiksa terus, mulai bulan September 2023 namun belum ada hasil.

“Belum juga ada hasil, ditambah lagi anak kami traumanya bertambah karena sering dipanggil polisi untuk di mintai keterangan. Kami ini korban tapi kayak kami ini seperti pelaku saja,” ungkap NF sambil menangis.

Lebih lanjut NF mengatakan, apakah memang proses hukumnya seperti ini. Dirinya melaporkan kejadian ini hanya untuk menuntu keadilan.

“Bukan keadilan yang kami dapat selama di proses tapi rasa lelah, capek, hinaan, bahkan cacian yang kami dapatkan dari orang-orang yang mendukung pelaku, dikarenakan kami di tuduh memfitnah pelaku, ya alasan kasus ini hanyalah sebatas pemeriksaan terus sampai sekarang,” ujarnya.

Dia berujar, seandainya katanya akan seperti ini maka dia tidak akan melakukan pelaporan ke polisi.

“Biar kami hadapi dan menghukum pelaku sendiri dengan cara kami meskipun nyawa menjadi taruhannya. Tapi apa daya kami sekarang, proses sudah di tangani polisi, kalau kami ambil tindakan pasti akan lebih sulit dan memperkeru suasana,” terangnya.

Selaku orang tua korban, NF berharap agar proses hukumnya di permudah, dipercepat.

“Sekali lagi kami sudah capek, kasian anak kami selalu di periksa,” harap NF sambil menangis. (RED)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *