TAKALAR – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengunjungi gerai produk oleh-oleh khas Takalar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu (27/9/2026) malam.
Gerai tersebut berlokasi di area keberangkatan Sultan Hasanuddin International Airport, Jalan Raya Airport Nomor 1, Baji Mangngai, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Takalar, Syarief H., melihat langsung berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dipajang di etalase.
Saat mengamati kemasan keripik kelor, Daeng Manye menegaskan bahwa produk tersebut merupakan salah satu ikon kuliner Takalar.
“Khas Takalar. Coba diperjelas, khas Takalar. Nah, ini kerupuk kelor adanya di Takalar,” ujar Daeng Manye.
Menurutnya, daun kelor memiliki banyak manfaat kesehatan dan kini semakin populer hingga ke mancanegara.
“Daun kelor kan sekarang lagi terkenal, lagi in di mana-mana, termasuk di luar negeri. Salah satu tumbuhan yang sangat memberikan manfaat,” tambahnya.
Selain itu, ia juga meninjau sejumlah produk baru lainnya yang baru saja tiba di gerai tersebut.
“Ini baru datang, ya. Khas Takalar juga. Nah, ini, harganya Rp35.000 satu toples,” katanya sambil menunjuk produk yang menyerupai kue nangka serta produk bernama duri-durian. “Banyak di Takalar,” imbuhnya.
Daeng Manye menjelaskan, kehadiran gerai ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan produk unggulan Takalar langsung kepada para pelancong di area keberangkatan bandara.
“Jadi kalau ke bandara, karena ini adalah keberangkatan, kita juga ada display di sana,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa satu lokasi display lainnya masih dalam tahap persiapan karena kendala jaringan Wi-Fi.
“Ya, sekarang masih off karena Wi-Fi-nya belum terpasang. Tapi pada prinsipnya, insya Allah semua ini sudah melengkapi,” ujarnya.
Selain makanan dan produk olahan, gerai ini turut menyediakan beragam produk kerajinan khas Sulawesi Selatan, salah satunya adalah penutup kepala tradisional.
“Ini songkok-songkok khas Bugis-Makassar,” kata Daeng Manye sembari menyebutkan bahwa pihaknya akan terus melengkapi variasi produk demi kenyamanan pengunjung. “Nanti bisa minum kopi gratis di sini, tetapi makanannya bayar,” kelakarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Takalar, Syarief H., merinci bahwa ada banyak produk UMKM lokal yang dipasarkan di tempat ini. Di antaranya adalah bipang, keripik rumput laut, kacang sembunyi khas Takalar, keripik kenikir, keripik tempe khas Takalar, madu, serta songkok guru hasil karya perajin lokal.
“Iya, cocok, termasuk keripik kelor, mini rangginang, putu kacang, dan berbagai macam produk UKM lainnya khas Takalar,” ujar Syarief kepada wartawan, Senin (28/9).
Syarief menambahkan, pengelolaan gerai tersebut nantinya akan ditangani langsung oleh dinas yang dipimpinnya. “Nanti akan dikelola Dinas Koperasi sendiri,” tutupnya.
Menutup kunjungannya, Daeng Manye mengajak masyarakat dan para penumpang yang hendak terbang melalui Bandara Sultan Hasanuddin untuk menyempatkan diri mampir ke gerai tersebut.
“Khas Takalar. Ini khasnya. Ini edisi yang kita komersilkan. Ayo, jangan lupa mampir kalau ada penerbangan. Mampir dulu di keberangkatan terminal Bandara Hasanuddin untuk menikmati sajian, untuk menikmati makanan khas Takalar. Mari!” ajaknya. (HSN)















