TAKALAR – Tidak banyak aparatur sipil negara (ASN) yang mengawali karier dari titik paling bawah, mengabdi di daerah yang sama selama puluhan tahun, lalu mencapai puncak karier sebagai sekretaris daerah. Dr. H. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.I.Kom. adalah salah satunya.
Setelah 22 tahun mengabdi di Kabupaten Takalar, Sekretaris Daerah (Sekda) Takalar itu akhirnya berpamitan. Prosesi perpisahan berlangsung usai Apel Gabungan ASN Pemerintah Kabupaten Takalar, Senin (5/10/2026).
Hasbi berpamitan di hadapan ribuan ASN. Ia didampingi oleh Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Di tengah masa pengabdiannya yang masih menyisakan sekitar 15 tahun, Hasbi memilih membuka lembaran baru dengan melanjutkan karier di Pemerintah Kota Makassar.
“Iya benar. Selain karena keluarga berdomisili di Kota Makassar, saya pikir sudah saatnya mencari pengalaman dan tantangan baru. Saya akan melanjutkan pengabdian di Pemerintah Kota Makassar,” ujar Hasbi.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Takalar. Selama lebih dari dua dekade, Hasbi telah menjadi bagian integral dari perjalanan panjang birokrasi daerah tersebut.
Perjalanan kariernya bermula dari jabatan Sekretaris Lurah (Seklur). Dari posisi tersebut, ia terus menapaki jenjang birokrasi hingga dipercaya menduduki jabatan tertinggi bagi ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar.
Sebagai Sekda, Hasbi juga melewati sejumlah fase penting pemerintahan Takalar. Ia mendampingi masa pemerintahan Bupati Syamsari Kitta, kemudian berada dalam masa transisi bersama Penjabat (Pj.) Bupati Dr. Setiawan Aswad.
Hasbi bahkan pernah dipercaya menjalankan tugas sebagai Pj. Bupati Takalar sebelum kembali mengemban amanah sebagai Sekda pada masa pemerintahan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye.
Pergantian kepemimpinan daerah tersebut menjadikan posisi Sekda sebagai salah satu simpul penting dalam menjaga kesinambungan roda pemerintahan.
Salah satu catatan paling menonjol dalam perjalanan karier Hasbi adalah keberhasilan Kabupaten Takalar meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pertama kalinya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Predikat tersebut menjadi tonggak sejarah penting dalam pengelolaan keuangan daerah Takalar. Sebagai Sekda sekaligus Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Hasbi berada di garis depan dalam proses pencapaian tersebut.
Bagi Hasbi, WTP bukan semata-mata persoalan administrasi laporan keuangan.
“WTP itu bukan soal laporan keuangan, itu soal harga diri daerah,” pesan yang kerap ia sampaikan kepada jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Kini, setelah 22 tahun mengabdi, Hasbi memilih melanjutkan perjalanan kariernya di tempat yang baru.
Meski meninggalkan Takalar, ia mengaku tidak sedang menutup lembaran pengabdiannya. Sebaliknya, ia ingin mendapatkan pengalaman baru sekaligus memperluas ruang kontribusinya.
Selain menyandang gelar doktor dengan predikat cumlaude dari IPDN serta dua gelar magister, Hasbi saat ini juga masih menjalani studi di salah satu perguruan tinggi di Kuala Lumpur, Malaysia.
“Dua puluh dua tahun bukan waktu yang singkat. Takalar telah menjadi bagian penting dalam hidup dan perjalanan pengabdian saya,” ungkapnya.
Bagi Hasbi, Takalar bukan sekadar tempat bertugas.
“Takalar yang membentuk saya. Daerah ini tanah tumpah darah saya,” tegasnya.
Sebelum benar-benar meninggalkan lingkungan Pemkab Takalar, Hasbi menitipkan pesan kepada seluruh ASN agar tetap menjaga dedikasi dan memberikan kemampuan terbaik dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Kepada seluruh ASN Pemkab Takalar, saya berpesan agar tetap bekerja dengan penuh dedikasi. Kerahkan kemampuan untuk menyukseskan program Bapak Bupati dan Wakil Bupati,” pungkasnya. (HSN)
















