TAKALAR – Tim monitoring dari Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Kejaksaan Negeri Takalar, dan Polres Takalar kembali memantau penerima Program Revitalisasi dari pemerintah pusat di SDN 95 Campagaya, Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar.
Peninjauan ini dilakukan untuk mengawal proyek yang bersumber dari APBN agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan hukum, tepat sasaran, serta terhindar dari potensi penyimpangan anggaran.
Selama pemantauan, tim memeriksa langsung progres fisik pembangunan, berdialog dengan pihak sekolah serta Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), sekaligus memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan jadwal yang telah ditetapkan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Mursalim, menuturkan bahwa pelaksanaan monitoring yang melibatkan unsur kepolisian dan kejaksaan ini bertujuan agar program bantuan dari pemerintah pusat tersebut dapat berjalan sesuai perencanaan, petunjuk teknis, dan ketentuan yang berlaku.
“Pendampingan ini merupakan wujud pencegahan dini, pengawalan, serta upaya agar program nasional tersebut berjalan sesuai aturan dan bebas dari masalah hukum,” jelas Mursalim.
Menurutnya, pelibatan aparat penegak hukum (APH) seperti tim gabungan dari kejaksaan dan polres dalam program revitalisasi satuan pendidikan bertujuan untuk memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan hukum dan bebas dari hambatan.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan revitalisasi dapat berjalan sesuai ketentuan hukum, tanpa hambatan, selesai tepat waktu, serta dapat dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.
Mursalim berharap pengawasan sejak tahap pelaksanaan ini dapat mendorong seluruh pekerjaan diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar kualitas yang ditetapkan. Selain itu, fasilitas pendidikan yang dibangun diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa serta meningkatkan kualitas lingkungan belajar di sekolah.
Sementara itu, pihak SDN 95 Campagaya mengapresiasi kehadiran tim yang turun langsung untuk melihat perkembangan program revitalisasi di sekolah mereka.
“Alhamdulillah, terima kasih atas kehadiran tim dari Kejaksaan Negeri, Polres Takalar, dan Dinas Pendidikan di SDN 95 Campagaya. Kami sangat mengapresiasi setiap evaluasi, arahan, dan saran membangun yang telah diberikan. Semua masukan tersebut akan menjadi catatan penting dan motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas pekerjaan serta tata kelola administrasi,” ujarnya.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan setiap tahapan pembangunan dalam program revitalisasi ini dapat memenuhi aspek kekuatan dan keselamatan sehingga dapat digunakan secara aman oleh siswa maupun tenaga pendidik.
Dalam kunjungan itu, rombongan juga melihat langsung proses pekerjaan yang tengah berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pembongkaran, pemasangan kembali material, serta penguatan pada bagian struktur bangunan dengan tetap menggunakan perlengkapan keselamatan kerja.
Kehadiran Dinas Pendidikan bersama aparat penegak hukum di lokasi menunjukkan adanya perhatian terhadap pelaksanaan pembangunan fasilitas pendidikan, khususnya dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan teknis dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya evaluasi serta tindak lanjut di lapangan, bagian konstruksi yang menjadi perhatian telah mendapatkan penanganan melalui proses perbaikan dan penguatan. Pihak sekolah dan pelaksana pekerjaan diharapkan tetap melakukan pengawasan terhadap setiap tahapan pekerjaan, termasuk memastikan kualitas material, kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan teknis, serta aspek keselamatan bangunan.
Revitalisasi SDN 95 Campagaya diharapkan dapat diselesaikan sesuai target dengan hasil pekerjaan yang memenuhi standar kualitas dan keselamatan. Dengan demikian, siswa dan guru dapat memperoleh fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk mendukung proses belajar mengajar. (HSN)
















