banner 1024x1282

Tim Gabungan APH dan Dinas Pendidikan Takalar Intens Pantau Proyek Revitalisasi Sekolah

TAKALAR – Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) gabungan dari Polres Takalar, Kejaksaan Negeri (Kejari) Takalar, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Takalar intensif melakukan pemantauan terhadap penerima Program Bantuan Revitalisasi tahap dua dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendidasmen) Republik Indonesia, Rabu (7/10/2026).

Dalam kunjungannya, tim mengecek langsung progres fisik sarana dan prasarana pembangunan revitalisasi, meliputi capaian pekerjaan hingga hari kunjungan, kurva S, deviasi, serta kendala teknis maupun nonteknis di lapangan.

Perwakilan dari Kejari Takalar, Irfan, menyatakan bahwa fokus pemantauan pihaknya berada pada aspek nonteknis. Tim kejaksaan mengantisipasi potensi gangguan, hambatan, ancaman, maupun tantangan yang dapat memengaruhi kelancaran proyek.

“Selama kunjungan kami terhadap program revitalisasi yang sedang berjalan di Takalar, semuanya masih berjalan normal,” ujar Irfan kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).

Ia lebih lanjut mengatakan bahwa aspek teknis pekerjaan bukan menjadi ruang lingkup pemeriksaan pihak kejaksaan.

“Kami hanya sebatas mengawasi potensi gangguan, hambatan, ancaman, dan tantangan dari segi nonteknis. Kalau menyangkut spesifikasi teknis pekerjaan dan lainnya, itu bukan kapasitas kami,” jelas Irfan.

Sementara itu, Kanit Tipidkor Polres Takalar, Asrul DN, mengatakan bahwa keterlibatan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi bersama pihak dinas pendidikan. Menurutnya, pendampingan ini dilakukan guna mengetahui perkembangan pekerjaan sekaligus menjadi langkah preventif (pencegahan) apabila ditemukan hal-hal yang perlu dibenahi selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami dari APH sifatnya melakukan monitoring dan evaluasi pekerjaan revitalisasi di Kabupaten Takalar bersama Dinas Pendidikan dan Kejaksaan. Kalau ada yang perlu dibenahi atau diperbaiki, tentu akan kami sampaikan. Karena pekerjaan masih berjalan, kami belum masuk terlalu jauh pada pemeriksaan teknis pekerjaan,” jelas Asrul DN.

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Mursalim, menuturkan bahwa pelaksanaan monitoring yang melibatkan unsur kepolisian dan kejaksaan ini bertujuan agar program bantuan dari pemerintah pusat tersebut berjalan sesuai perencanaan, petunjuk teknis, dan ketentuan yang berlaku.

“Pendampingan ini merupakan wujud pencegahan dini, pengawalan, serta upaya agar program nasional tersebut berjalan sesuai aturan dan bebas dari masalah hukum,” ungkap Mursalim.

Ia menambahkan, pelibatan APH dalam program revitalisasi satuan pendidikan ini bertujuan untuk memastikan proyek berjalan lancar tanpa hambatan, selesai tepat waktu, serta dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga sekolah.

“Kami ingin memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai ketentuan hukum, selesai tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi siswa serta meningkatkan kualitas lingkungan belajar,” tambahnya.

Mursalim berharap pengawasan sejak tahap pelaksanaan ini dapat mendorong seluruh pekerjaan diselesaikan sesuai standar kualitas yang ditetapkan.

Di sisi lain, Kepala SMPN 2 Takalar, Rusdianto, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan Tim APH Polres Takalar, Kejari Takalar, dan Disdikbud Takalar ke sekolahnya.

“Kami menyambut baik kunjungan tim dari APH dan Dinas Pendidikan karena tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga semangat. Kehadiran ini membangun kepercayaan diri kami di satuan pendidikan untuk terus mendorong dan mengupayakan program ini berjalan sesuai pedoman pelaksanaan,” ujar Rusdianto.

“Alhamdulillah, kehadiran tim Monev sekali lagi selain memotivasi, juga menunjukkan bahwa program prioritas pemerintah ini dipantau dengan baik oleh semua kalangan,” imbuhnya.

Rusdianto juga menyampaikan bahwa laporan progres pekerjaan revitalisasi di sekolahnya, yang akan memasuki minggu kesembilan pada pekan depan, kini telah mencapai lebih dari 70 persen.

“Insya Allah, jika progres ini bisa kami pertahankan, penyelesaian program ini akan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Kami mohon doa dan kekuatan agar dapat menyelesaikannya dalam rentang waktu yang ditetapkan,” pungkasnya. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *