JURNAL LUWU UTARA – Salah seorang pasien asal Kabupaten Luwu Timur (Lutim) mengungkapkan rasa ketidakpuasan atas pelayanan Rumah Sakit (RS) Hikmah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), tepatnya pada pelayanan di Unit Gawat Darurat (UGD).
Musran, pasien yang merasa kecewa atas pelayanan RS Hikmah Masamba menceritakan bawa pada Rabu (3/1/2024) sekitar pukul 12.00 malam, dirinya ke UGD disaat kondisi tubuhnya sangat drop dan sesak dan sulit untuk bernafas.
Saat Musran tiba UGD, tak menemukan petugas atau perawat jaga, lalu Musran menggedor gedor salah satu ruangan yang ternyata didalamnya ada perawat yang lagi istirahat (tidur).
“Sempat sedikit bersitegang dengan salah satu perawat dan menyampaikan kekesalan akibat tidak adanya perhatian dan pelayanan, baru akhirnya saya diarahkan baring di ruang UGD itupun saya yang meminta untuk segera dilakukan pengecekan dan barulah dilakukan pemeriksaan, namun setelah itu perawat tersebut kembali ke ruangan kamarnya tanpa memberikan keterangan dari tindakan yang dilakukannya,” ujar Musran dalam keterangannya, Kamis (4/1).
Lanjut Musran, selang beberapa lama menunggu (sekitar 2 jam) karena masih belum mendapatkan keterangan terkait sakit yang dideritanya, akhirnya dia kembali menggedor gedor uangan perawat tersebut lalu akhirnya perawat keluar dan bertanya mau rawat inap atau rawat jalan.
“Dengan keterangan tersebut, saya kembali kesal dan bersitegang karena yang seharusnya memastikan hal tersebut adalah pihak mereka sebagai tenaga kesehatan yang profesional bukan justru sebaliknya pasien yang disuruh memutuskan terkait kondisinya,” ungkapnya.
Akhirnya karena kesal terkait ketidakpastian dan ketidakjelasan dari tenaga kesehatan di UGD RS Hikmah Masamba, Musran memutuskan beralih ke RSUD Andi Djemma Masamba untuk melakukan pemeriksaan karena masih terasa sesak dan kondisi masih drop.
“Saat itu masih drop, setelah tiba di RS Umum Daerah Masamba saya segera ditangani pihak kesehatan, disana akhirnya kondisi saya kemudian membaik,” jelasnya.
Musran mengungkap, sebaiknya manajemen RS Hikmah Masamba mencontoh RSUD Andi Djemma Masamba, dan segera mengevaluasi kinerja tenaga kesehatannya yang terkesan tidak profesional dan menelantarkan pasien.
Dari tayangan video yang diterima awak media, pasien sangat kecewa atas pelayanan RS Hikmah Masamba. Tampak salah satu dokter inisial SR memberikan alasan yang sama sekali tidak di terima oleh pasien.
Menurut pasien Musran, bagaimana bisa mengetahui bahwa dirinya sakit jantung atau tidak sementara belum dilakukan pemeriksaan.
“Kemudian bagaimana saya bisa katakan saya harus di rawat inap atau rawat jalan saya bukan dokter,” kata Musran yang biasa disapa Om Mullang dalam unggahan videonya. (RED)















