Sorotan Tajam soal Revitalisasi SMKN 5 Takalar, Kepala Sekolah Bungkam dan Minta Dievaluasi

TAKALAR – Proyek revitalisasi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Takalar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 999.050.000,00 mendapat sorotan tajam dari publik dan aktivis.

Aktivis Pembela Rakyat (PERAK), Rahman Samad, mendesak Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala Sekolah SMKN 5 Takalar.

Desakan ini muncul setelah Rahman Samad menyoroti dugaan penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi tersebut.

“Kami menduga banyak material yang digunakan tak sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan dalam kontrak ataupun RAB,” ujar Rahman.

Lebih lanjut, Rahman menekankan bahwa Kepala Sekolah sebagai ujung tombak informasi di sekolah seharusnya menjadi mitra strategis bagi media, bukan malah bersikap tertutup.

“Kepala Sekolah harusnya menjadi mitra strategis teman-teman media, bukan malah menutup diri memberi informasi, apalagi informasi yang berkaitan dengan pengelolaan kegiatan yang sementara berjalan di sekolah itu,” tegas Rahman, saat diwawancarai JURNAL, Senin (27/10/2025).

Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting mengingat dana yang dibelanjakan berasal dari pajak rakyat.

“Publik perlu tahu seperti apa pengelolaan kegiatannya, anggaran yang dibelanjakan untuk apa saja. Ini uang negara bukan uang pribadinya bapak,” sindir Rahman.

Kritik publik terhadap proyek ini diperkuat oleh sikap Kepala Sekolah SMKN 5 Takalar, Syarifuddin, yang memilih bungkam saat dikonfirmasi wartawan terkait dugaan penyimpangan. Upaya konfirmasi pada Kamis (23/10/2025) tidak membuahkan hasil; pesan yang dilayangkan terbaca namun tidak pernah dibalas, memunculkan spekulasi adanya informasi yang coba disembunyikan.

Rahman berharap Kepala Dinas Pendidikan Sulsel memberikan perhatian serius terhadap masalah ini agar program revitalisasi di SMKN 5 Takalar dapat berjalan dengan baik, pengelolaannya efektif, dan terhindar dari potensi penyimpangan.

Secara terpisah, upaya media untuk mengkonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Iqbal Nadjamuddin, sekaitan dengan masalah ini belum berhasil hingga berita ini diterbitkan. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *