Nelayan Terancam, Anggota DPRD Takalar Desak Aparat Tindak Tegas Pelaku Bom Ikan di Tanakeke dan Laikang

TAKALAR – Praktik pengeboman ikan ilegal yang merusak ekosistem laut kembali menjadi sorotan tajam di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Takalar dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Ibrahim Bakri, mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas.

Sorotan ini mencuat setelah beredarnya video viral yang diduga memperlihatkan aksi pengeboman ikan di Pulau Tanakeke.

banner 1600x606

Praktik Ilegal Meluas, Ancaman bagi Nelayan Pesisir

Menurut Ibrahim Bakri, praktik ilegal ini tidak hanya terjadi di perairan Tanakeke.

“Kejadian itu bukan hanya terjadi di Tanakeke, tetapi di Perairan Laikang juga hal ini terjadi hampir setiap hari,” tegasnya, Minggu (2/11/2025).

Kerusakan lingkungan akibat bom ikan telah menyebabkan penurunan drastis hasil tangkapan nelayan pesisir Laikang. Ibrahim Bakri bahkan telah menjadwalkan pertemuan dengan masyarakat setempat untuk mencari solusi bersama.

“Kami sangat berharap kehadiran penegak hukum untuk meniadakan praktik-praktik pengrusakan lingkungan ini,” ujar Ibrahim Bakri, menekankan bahwa pengeboman adalah tindakan kejahatan lingkungan yang merugikan.

Dampak Kerusakan Ekosistem: Harga Ikan Melambung

Ibrahim Bakri memperingatkan bahwa kerusakan lingkungan di laut adalah kerugian bersama yang dampaknya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat.

“Jika ekosistem rusak, maka nelayan akan semakin jauh keluar menangkap ikan. Hal ini membuat nelayan mengeluarkan biaya operasional (cost) yang tinggi sehingga mengakibatkan hasil tangkapan juga harus dijual dengan harga tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Jika kita biarkan pengeboman ini terus terjadi, maka bersiap-siaplah dengan harga ikan laut yang tinggi di pasaran.”

Diperlukan Tindakan Aparat

Praktik bom ikan marak karena dianggap sebagai cara praktis untuk mendapatkan tangkapan dalam jumlah banyak. Namun, Ibrahim Bakri mencatat adanya kendala besar bagi masyarakat lokal untuk mengatasi masalah ini sendiri.

“Ada satu catatan penting, tidak mudah masyarakat lokal menyelesaikannya sebab pelaku pemboman itu membawa ancaman,” ungkapnya.

Ia membeberkan pengalaman nelayan yang disampaikan kepadanya, di mana bom yang dibawa pelaku dijadikan alat penggertak bagi siapa saja yang berniat mengusirnya.

“Oleh karenanya, kita sangat berharap pihak yang berwenang soal ini agar segera ambil tindakan,” tutupnya.

Video Bom Ikan di Tanakeke Viral

Diberitakan sebelumnya, sebuah video berdurasi 11 detik yang memperlihatkan dugaan aksi pengeboman ikan di Perairan Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, telah viral di media sosial.

Dalam rekaman itu tampak dua orang nelayan berada di atas perahu kecil. Salah satunya terlihat melempar sebuah benda ke laut sebelum terdengar ledakan keras beberapa detik kemudian.

Video viral dugaan pengeboman ikan tersebut diduga diambil di kawasan Pesisir Selatan Bauluang, tepatnya di Desa Minasa Baji, Kecamatan Mappakasunggu, Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *