TAKALAR – Setelah prosesi pelantikan Pengurus Gerakan Pramuka Kwarcab Takalar rampung, Baruga Panrannuangku kembali menjadi saksi pengukuhan organisasi penting lainnya.
Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Takalar masa bakti 2025 – 2030 resmi dikukuhkan pada Kamis (4/12/2025) petang.
Pelantikan yang dimulai pukul 16.55 WITA itu berlangsung hingga menjelang magrib.
Suasana baruga dipenuhi oleh undangan, jajaran PMI Sulsel, hingga ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) se-Kabupaten Takalar yang memadati kursi tamu.
Turut hadir Kapolres Takalar AKBP Supriadi Rahman, Wakapolres Kompol Alauddin Torki, jajaran pengurus PMI Provinsi Sulawesi Selatan, serta unsur Forkopimda lainnya.
Dalam pelantikan ini, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye dikukuhkan sebagai Ketua PMI Kabupaten Takalar. Sementara itu, Wakil Bupati Takalar Hengky Yasin resmi masuk sebagai Dewan Kehormatan PMI Takalar.
Dalam sambutannya, Ketua PMI Sulsel Adnan Purichta Ichsan menyapa hangat seluruh tamu dan menegaskan kedekatannya dengan Bupati Takalar.
“Yang harus saya sebut sebagai kakak, Kakak Bupati Kabupaten Takalar, Bapak Firdaus Daeng Manye,” katanya disambut tepuk tangan tamu undangan.
Adnan juga menyinggung bagaimana dirinya, Bupati, dan Wakil Bupati memiliki kesamaan latar kedekatan dengan Kabupaten Gowa. Ia menyebut kedekatan itu menjadi kekuatan kolaborasi kemanusiaan di Takalar.
Pada bagian lain, Adnan menjelaskan bahwa PMI adalah organisasi yang bekerja 24 jam tanpa batas waktu.
“Di Indonesia hanya ada tiga organisasi yang disebut markas: TNI, Polri, dan PMI. Bedanya dengan kantor biasa, markas itu tidak ada jam kerjanya. Dia harus siap siaga 1×24 jam,” tegasnya.
Ia memaparkan dua tugas utama PMI:
– Terlibat aktif dalam penanganan bencana alam dan nonalam.
– Menyediakan stok darah bagi masyarakat.
Adnan mengungkap kebutuhan darah di Sulawesi Selatan mencapai 16.000 kantong per bulan. Oleh karena itu, PMI Takalar diharapkan menjadi penopang penting ketersediaan darah di tingkat provinsi.
Selain tugas, Adnan menyampaikan dua manfaat besar berorganisasi di PMI: Kesehatan tubuh melalui donor darah rutin dan amal jariyah yang terus mengalir karena membantu sesama.
Ia berharap PMI Takalar di bawah kepemimpinan Daeng Manye akan menjadi daerah yang rutin menggelar donor darah, melibatkan camat, kapolsek, dan seluruh unsur kecamatan sebagaimana model yang ia terapkan saat menjabat sebagai Bupati Gowa.
Menanggapi hal tersebut, Daeng Manye menyampaikan kesiapannya bersama jajaran untuk memperkuat peran PMI sebagai mitra utama pemerintah di bidang kemanusiaan.
“PMI adalah mitra pemerintah yang berurusan dengan bencana. Kita harus respek dan respons terhadap urusan bencana, apalagi sudah mulai masuk musim hujan,” ucapnya sambil menoleh ke jajaran kursi Bupati, Wakil Bupati, dan Kapolres Takalar.
Ia menegaskan tiga fokus utama PMI Takalar ke depan:
– Respons Cepat terhadap Bencana. PMI akan memetakan titik rawan bencana dan memperkuat koordinasi dengan BPBD, Basarnas, Polri, dan TNI.
– Ketersediaan Stok Darah. “Kita ingin Takalar bukan hanya memenuhi kebutuhan darah sendiri, tapi bisa surplus dan menyuplai kabupaten lain.”
Ia menekankan pentingnya identifikasi pendonor aktif hingga tingkat desa dan kelurahan.
– Fasilitas Ambulans dan SDM PMI. PMI Takalar akan memperkuat ketersediaan ambulans, fasilitas pertolongan pertama, serta meningkatkan kapasitas relawan.
Daeng Manye juga menegaskan bahwa PMI Takalar harus hadir dalam setiap masalah kemanusiaan dan menjadi organisasi yang cepat, sigap, serta humanis.
“Ini momentum awal untuk membuat PMI Takalar lebih baik dan maju ke depan,” tegasnya sambil mengangkat tangannya di hadapan para hadirin. (HSN)















