Bupati Takalar Dorong Kesadaran Jaminan Sosial Pekerja Rentan

TAKALAR – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (PERISAI) di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Kamis (15/01/2026).

Dalam arahannya, Daeng Manye menekankan bahwa iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan sangatlah terjangkau, yakni Rp16.800 per bulan.

“Jika dibagi 30 hari, iurannya tidak sampai 600 rupiah per hari. Masa kita tidak bisa menyisihkan jumlah sekecil itu demi perlindungan diri?” tegas Bupati.

Menurutnya, perlindungan ini sangat krusial bagi pekerja sektor informal seperti petani dan nelayan yang memiliki risiko kerja tinggi namun kondisi ekonomi terbatas. Ia memaparkan sejumlah manfaat nyata, di antaranya:

* Santunan Kematian: Kurang lebih Rp42 juta.
* Biaya Pengobatan: Ditanggung penuh hingga sembuh bagi korban kecelakaan kerja.
* Manfaat Tambahan: Beasiswa pendidikan bagi anak peserta.

Bupati menginstruksikan para kepala desa untuk aktif menyosialisasikan program ini dan menyarankan penggunaan dana desa guna melindungi masyarakat miskin serta pekerja rentan.

“Jangan tunggu ada warga yang tertimpa musibah baru kita sibuk mencari bantuan. Lebih baik sedia payung sebelum hujan,” tambahnya.

Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar, Afandi, yang turut hadir menyatakan bahwa santunan dan beasiswa merupakan instrumen penting untuk menjaga keberlanjutan ekonomi keluarga jika kepala keluarga mengalami risiko kerja.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Sekda Muhammad Hasbi, jajaran OPD, camat, serta kepala desa dan lurah se-Kabupaten Takalar. Pemkab berharap melalui kegiatan ini, cakupan perlindungan jaminan sosial di Takalar dapat meningkat signifikan. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *