Diduga Terkait Tata Kelola Pemerintahan, 4 Perangkat Desa Bontosunggu Mundur

TAKALAR – Sejumlah perangkat Desa Bontosunggu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dikabarkan mengundurkan diri secara massal pada Selasa (3/3/2026).

Kabar tersebut dikonfirmasi oleh salah satu Kepala Seksi (Kasi) di Desa Bontosunggu. Ia membenarkan bahwa dirinya bersama beberapa rekan sejawatnya telah menanggalkan jabatan mereka.

“Iya, benar. Ada beberapa Kasi yang mengundurkan diri, termasuk saya sendiri,” ujarnya kepada awak media, Selasa (3/3/2026).

Saat dikonfirmasi mengenai alasan di balik keputusan mendadak tersebut, ia enggan berkomentar banyak mengenai isu yang beredar.

“Tidak berniat untuk membuat ramai (dengan pengunduran diri ini),” tambahnya.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa alasan tiap personel berbeda-beda.

“Staf yang pertama mundur itu karena diterima mengajar di salah satu sekolah. Kalau tiga Kasi lainnya, kami memang sudah mengonfirmasi kepada Ibu Desa bahwa kami sudah tidak mampu lagi menjalankan perintah,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengunduran diri ini diduga kuat berkaitan dengan berbagai persoalan yang melilit Kepala Desa setempat. Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa kondisi internal pemerintahan desa sedang tidak harmonis.

“Kabarnya mereka mundur karena banyaknya persoalan dalam pengelolaan pemerintahan di Desa Bontosunggu yang dianggap kurang sehat,” ungkap sumber tersebut pada Senin (2/3/2026) malam.

Secara terpisah, Kepala Desa Bontosunggu, Hadijah Kebo, membenarkan perihal mundurnya sejumlah bawahannya tersebut. Melalui pesan singkat WhatsApp, ia merinci jumlah perangkat yang berhenti.

“Iya betul, ada empat orang yang mengundurkan diri,” tulis Hadijah kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Mengenai alasan pengunduran diri tersebut, Hadijah berdalih bahwa para stafnya ingin fokus pada profesi lain.

“Satu orang kembali ke profesinya sebagai guru. Sedangkan tiga orang lainnya mengaku sibuk dengan kegiatan dan profesi lain,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kepemimpinan Kades Bontosunggu belakangan ini memang tengah sorotan. Sebelumnya, ia dikabarkan beberapa kali didemo oleh warganya sendiri. Bahkan, sejumlah warga telah resmi melaporkan dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) ke Kejaksaan Negeri Takalar. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *