TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Hal ini dibuktikan melalui kesiapsiagaan di RSUD Haji Pajonga Daeng Ngalle (HPDN). Direktur RSUD HPDN Takalar, dr. Ruslan Ramli, turun langsung memantau berbagai titik pelayanan guna memastikan operasional berjalan optimal. Pemantauan meliputi area pelayanan umum, poli spesialis, hingga Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk nyata pelayanan prima manajemen rumah sakit, meskipun saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan Work From Home (WFH).
Di bawah kepemimpinan Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan standar layanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
“Walaupun ada kebijakan WFA, pelayanan di rumah sakit tetap berjalan seperti biasa. Kami memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan secara maksimal,” ujar dr. Ruslan Ramli pada Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa pasca-libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, terjadi peningkatan jumlah pasien yang datang berobat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak rumah sakit memastikan seluruh layanan poli tetap beroperasi penuh.
“Terdapat 18 poli yang tetap dibuka dan siap melayani masyarakat yang membutuhkan pengobatan setelah masa libur Lebaran,” jelasnya.
Selain kesiapan personel, RSUD HPDN Takalar juga telah menerapkan sistem pendaftaran daring (online). Inovasi ini diharapkan mampu meminimalkan antrean fisik serta memberikan kemudahan bagi pasien dalam mengakses layanan kesehatan secara cepat dan responsif. (HSN)















