Siap-Siap! Operasi Patuh 2026 Segera Digelar, Incar Pelat Nomor yang Sengaja Disamarkan

JAKARTA – Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol. Aries Syahbudin, menyampaikan kesiapan pelaksanaan Operasi Patuh 2026 yang akan digelar serentak mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada jajaran Korlantas Polri dalam apel pagi di Lapangan NTMC Korlantas, Senin (25/5/2026).

Dalam arahannya, Kombes Pol. Aries Syahbudin menjelaskan bahwa Operasi Patuh 2026 mengusung konsep operasi mandiri kewilayahan dengan penyesuaian karakteristik di masing-masing daerah. Operasi tahun ini juga menitikberatkan pada transformasi digital dalam penegakan hukum lalu lintas.

banner 1600x606

Adapun tema yang diusung dalam Operasi Patuh 2026 yakni, “Transformasi Digitalisasi Penegakan Hukum dalam Mewujudkan Masyarakat yang Patuh dan Tertib Hukum dalam Berlalu Lintas.”

“Operasi Patuh tahun ini lebih mengedepankan penegakan hukum berbasis digital melalui ETLE, sehingga seluruh jajaran diminta mempersiapkan dukungan pelaksanaan secara maksimal,” ujar Kombes Pol. Aries Syahbudin, dikutip dari situs korlantaspolri, Kamis (28/5).

Ia menjelaskan, penindakan dalam Operasi Patuh 2026 akan difokuskan terhadap pelanggaran yang menghambat efektivitas Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Beberapa di antaranya meliputi: Pelat nomor kendaraan yang dicopot atau tidak dipasang; Pelat nomor yang ditutup sebagian; Pelat nomor yang dimodifikasi atau disamarkan menggunakan stiker maupun cat.

Menurutnya, jenis pelanggaran tersebut menjadi perhatian serius karena dapat menghambat sistem pembacaan kamera ETLE dalam proses penegakan hukum elektronik. Meski demikian, pelanggaran fatal seperti melawan arus tetap akan ditindak menggunakan tilang konvensional oleh petugas di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, komposisi penindakan Operasi Patuh 2026 terdiri dari 60 persen menggunakan ETLE atau penegakan hukum elektronik, 30 persen menggunakan tilang konvensional, dan 10 persen melalui teguran simpatik.

“Teguran simpatik tetap diberikan dalam situasi tertentu yang dinilai lebih efektif menggunakan pendekatan humanis, namun porsinya tetap terbatas hanya 10 persen,” katanya.

Di akhir arahannya, Kombes Pol. Aries Syahbudin menegaskan bahwa Operasi Patuh 2026 menitikberatkan pada peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas melalui langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum yang terintegrasi. (HZR/TIM)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *