TAKALAR – Suasana duka masih menyelimuti Dusun Bontosunggu, Desa Pa’rappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, pasca-musibah tragis yang merenggut nyawa dua bocah, Arzaki (4) dan Asril (3), Kamis (28/5/2026).
Kedua anak tersebut diduga tenggelam di area galian proyek pembangunan Sekolah Rakyat saat sedang bermain di sekitar lokasi. Peristiwa memilukan itu langsung mengundang perhatian dan rasa prihatin mendalam dari masyarakat luas.
Sebagai bentuk empati dan kepedulian pemerintah daerah, Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, turun langsung mendatangi rumah orang tua korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Didampingi Kepala Dinas Sosial dan PMD, Camat Polongbangkeng Utara, serta Kepala Desa Pa’rappunganta, Daeng Manye tampak berbincang dengan keluarga korban mengenai kronologi musibah tersebut. Dalam suasana penuh haru, Ia meminta pihak keluarga agar tetap tabah dan bersabar menghadapi cobaan berat ini.
“Pemerintah Kabupaten Takalar turut merasakan duka mendalam yang dialami keluarga korban. Kami hadir untuk memberikan perhatian dan memastikan persoalan ini ditangani dengan baik,” ujar Daeng Manye.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil tindakan serta memberikan peringatan keras kepada pihak pelaksana proyek pembangunan Sekolah Rakyat agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja dan keamanan lingkungan sekitar.
Kepada pihak pengelola proyek dari PT Nindya Karya melalui Person in Charge (PIC) Putu Sumantra, Bupati Takalar meminta agar pekerjaan di lapangan benar-benar memperhatikan standar keselamatan (safety), baik untuk pekerja maupun masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan.
Selain itu, Daeng Manye mendesak pihak pelaksana untuk segera membangun pagar pembatas keliling di area proyek agar masyarakat umum tidak bebas keluar-masuk ke lokasi pekerjaan. Langkah tersebut dinilai krusial guna mencegah terulangnya insiden serupa.
“Harus ada pembatas yang jelas di lokasi proyek. Keselamatan masyarakat, terutama anak-anak di sekitar area pembangunan, wajib menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan perusahaan agar melakukan berbagai upaya preventif demi menghindari kecelakaan kerja, baik bagi para tukang, buruh proyek, maupun warga sekitar.
Kehadiran Bupati Takalar di rumah duka mendapat apresiasi dari warga setempat. Sikap cepat tanggap dan perhatian dari pemerintah daerah dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah dan kesedihan mendalam. (HSN)















