banner 1024x1282

Wabup Hengky Yasin Buka Rakor TPPS Takalar, Tekankan Penguatan Konvergensi Penurunan Stunting

TAKALAR – Wakil Bupati Takalar, Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., membuka Rapat Koordinasi Pemantauan Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Takalar Semester I Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Kamis (1/10/2026).

Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Takalar untuk memperkuat koordinasi, evaluasi, serta konvergensi program dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah Kabupaten Takalar.

Dalam sambutannya, Wabup Hengky menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan langkah strategis yang komprehensif, terencana, dan berkelanjutan. Menurutnya, terdapat sejumlah tahapan penting yang harus diperkuat, mulai dari analisis situasi, penguatan perencanaan, pelaksanaan intervensi, hingga monitoring dan evaluasi.

“Analisis situasi penting untuk mengidentifikasi sasaran, indikator, masalah layanan, serta menyusun rekomendasi intervensi di tingkat lokal secara komprehensif,” jelas Hengky.

Ia mengatakan, penguatan perencanaan juga harus dilakukan dengan memastikan intervensi dan alokasi sumber daya berjalan optimal serta berkelanjutan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pra-Musrenbang tematik stunting serta penandaan atau tagging anggaran dalam SIPD untuk tahun berikutnya.

Selain itu, penguatan pelaksanaan dilakukan melalui penandaan anggaran pada APBD tahun berjalan dan APBD Perubahan, termasuk mengidentifikasi realisasi program dan kegiatan yang bersumber dari APBDes, swadaya masyarakat, maupun kemitraan.

“Selanjutnya dilakukan penilaian hasil monitoring dan evaluasi untuk mengukur kinerja program secara berkelanjutan dengan klasifikasi baik, sedang, dan kurang,” ujarnya.

Hengky menekankan, rakor tersebut tidak sekadar menjadi forum evaluasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kerja bersama lintas sektor.

“Melalui rapat ini, kita ingin memperkuat konvergensi intervensi spesifik dan sensitif di tingkat desa dan kelurahan lokus stunting, serta menyusun rencana aksi tindak lanjut dan pembagian peran yang konkret antar-sektor,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan yang juga Kepala Bapperida Kabupaten Takalar, Drs. Rahmansyah Lantara, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, sinkronisasi, dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Rakor juga menjadi sarana untuk mengevaluasi capaian program sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala dalam pelaksanaan intervensi pada periode sebelumnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 70 peserta dari unsur Pemerintah Kabupaten Takalar, di antaranya Bupati Takalar selaku pengarah, Sekretaris Daerah selaku Ketua TPPS, Bapperida, Dinas Kesehatan, DPPKBP3A, serta perangkat daerah terkait seperti Dinas PU, Dinas Sosial, Dinas PMD, dan Dinas Ketahanan Pangan.

Selain itu, hadir pula para camat se-Kabupaten Takalar, perwakilan kepala desa dan lurah lokus stunting, kepala puskesmas se-Kabupaten Takalar, serta mitra dari TP-PKK, perguruan tinggi, organisasi profesi kesehatan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Dalam rakor tersebut, sejumlah materi strategis turut dibahas. Bapperida menyampaikan capaian indikator stunting dan evaluasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN PASTI) di Takalar. Dinas Kesehatan memaparkan capaian intervensi spesifik, analisis data survei, dan manajemen kasus stunting. Sementara itu, DPPKBP3A membahas strategi pendampingan keluarga berisiko stunting serta optimalisasi peran kader KPM dan TPK.

Melalui rakor ini, Pemkab Takalar menegaskan pentingnya keterpaduan program dan pembagian peran antar-sektor agar upaya pencegahan serta percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih terarah hingga ke tingkat desa dan kelurahan. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *