banner 1024x1282

Bupati Takalar Tegaskan Percepatan Pencairan Siltap Perangkat Desa dalam Rakor Bersama Kades

TAKALAR – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menggelar rapat koordinasi bersama para camat dan seluruh kepala desa se-Kabupaten Takalar di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Senin (5/10/2026).

Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Takalar dan pemerintah desa untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah terkait proses pencairan Penghasilan Tetap (Siltap) kepala desa dan perangkat desa. Menanggapi hal ini, Bupati Daeng Manye secara tegas meminta jajaran terkait untuk segera menindaklanjuti pembayaran tersebut.

Ia menginstruksikan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Takalar agar segera mengambil langkah-langkah konkret agar Siltap dapat segera dicairkan.

Menurut Daeng Manye, koordinasi yang erat antara pemerintah daerah dan pemerintah desa sangat penting agar berbagai persoalan di tingkat desa dapat diselesaikan secara bersama-sama. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kesamaan pola pikir, kesepahaman, serta cara pandang seluruh jajaran pemerintahan.

“Saya ingin seluruh aparat jajaran, khususnya desa, satu pola pikir, satu kesepahaman, satu cara pandang, satu mindset. Makanya kita berkumpul, termasuk apel tadi, itu bagian dari meneruskan semuanya,” ujar Daeng Manye.

Ia mengingatkan bahwa menjalankan amanah sebagai pejabat pemerintahan merupakan bagian dari harga diri dan kehormatan yang harus dijaga melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Dalam satu bingkai untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kunci dari semua proses adalah keuangan,” tegasnya.

Daeng Manye juga mengajak para kepala desa untuk tidak ragu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten apabila menghadapi persoalan teknis yang kompleks dan berdampak luas bagi masyarakat. Menurutnya, setiap desa memiliki karakteristik unik, sehingga penyelesaian masalah tidak bisa disamakan satu sama lain.

“Cara pandang masing-masing kepala desa ini tidak sama. Semuanya punya kondisi desa masing-masing. Ketika diangkat ke atas, beda cerita, beda latar belakang. Walaupun sama-sama tentang pertanian, tetapi latar belakangnya juga berbeda,” jelasnya.

Oleh karena itu, Bupati meminta seluruh kepala desa untuk membangun komunikasi yang lebih intensif serta mengedepankan kebersamaan.

“Mari kita saling berkoordinasi, saling berkomunikasi, satu paparan, satu amalan, satu ikatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, Bupati Daeng Manye turut menyinggung pentingnya kekompakan dalam organisasi kepala desa, termasuk Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI). Ia berharap tidak ada lagi perpecahan yang dapat mengganggu soliditas pemerintah desa di Kabupaten Takalar.

“Kuncinya kekompakan, kebersamaan. Karena saya juga berpihak kepada masyarakat, berpihak kepada desa,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan senantiasa membuka ruang komunikasi dengan pemerintah desa guna menyelesaikan berbagai kendala di lapangan.

“Jadi tidak ada lagi… ya, semangat!” serunya, yang disambut riuh tepuk tangan para kepala desa.

Rapat koordinasi ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara Pemkab Takalar dan pemerintah desa, sekaligus mempercepat pemenuhan hak-hak aparatur desa, termasuk pembayaran Siltap kepala desa dan perangkatnya. (HSN)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *