Optimisme Sekolah Rakyat: 60% Siswa SRMA Bidik Bangku Kuliah

BANJARBARU – Harapan besar menyelimuti para siswa Sekolah Rakyat (SR) rintisan. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Sosial, mayoritas lulusan jenjang SMA di institusi tersebut memiliki ambisi kuat untuk menempuh pendidikan tinggi.

Dari hasil survei terhadap 6.000 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA), tercatat sekitar 60 persen atau 3.600 siswa berencana melanjutkan kuliah. Sementara itu, 40 persen sisanya memilih untuk menjadi tenaga kerja terampil di pasar domestik maupun internasional, atau terjun ke dunia kewirausahaan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan peta jalan untuk mendukung aspirasi tersebut.

“Kami telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai kementerian, lembaga, hingga sektor swasta guna memastikan adanya jalur lanjutan bagi para lulusan,” ujar Saifullah saat meninjau persiapan peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1/2026).

Kemensos juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memetakan potensi 16.000 siswa. Hasilnya menunjukkan sebaran bakat yang cukup signifikan:

* Bidang STEM: 37,4% (1.828 siswa) berpotensi di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika, termasuk minat pada teknik sipil, otomotif, dan arsitektur.
* Bidang Sosial: 39,6% (1.938 siswa).
* Bidang Bahasa: 23% (1.123 siswa).
* Penegakan Hukum: 8.860 siswa (16%) menunjukkan potensi menjadi aparat hukum seperti hakim, polisi, tentara, atau pengacara.

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menyasar anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (desil 1 hingga 4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program ini bukan sekadar sekolah gratis, melainkan pusat integrasi kesejahteraan yang mencakup Makan Bergizi Gratis, cek kesehatan berkala, jaminan PBI-JKN, hingga program perumahan bagi wali murid. Inisiatif ini diperkuat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.

Hingga saat ini, sebanyak 166 titik SR rintisan telah beroperasi dengan dukungan 2.400 guru dan 4.000 tenaga kependidikan. Meskipun saat ini masih memanfaatkan aset Balai Latihan Kerja (BLK) dan gedung Pemda, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum segera membangun 104 gedung permanen tahun ini, termasuk di wilayah terluar seperti Kepulauan Anambas.

Seluruh sekolah dipastikan memiliki fasilitas modern, mulai dari papan interaktif digital hingga perangkat laptop untuk menunjang pembelajaran berbasis digital. (RED)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *