TAKALAR – Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar acara Refleksi Setahun Hari Kerja Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Takalar periode 2025–2030 pada Senin (2/3/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar ini menjadi ajang evaluasi sekaligus pemaparan capaian kinerja setahun kepemimpinan Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Hengky Yasin.
Acara yang dimulai pukul 15.00 WITA tersebut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, anggota DPRD, pimpinan OPD, camat, lurah, tokoh masyarakat, hingga pimpinan organisasi keagamaan. Para tamu undangan tampil kompak mengenakan busana muslim bernuansa putih, menciptakan suasana religius di tengah bulan suci Ramadan.
Meski dijadwalkan mulai sore hari, sejumlah pejabat tampak hadir lebih awal untuk memenuhi instruksi Bupati. Lurah Sabintang, M. Arfa Naba, misalnya, sudah berada di lokasi sejak pukul 14.55 WITA. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Takalar, Nilal Fauziah, serta Ketua DPRD Takalar, Muhammad Rijal. Di tengah pemaparan materi, Anggota DPR RI Ahmad Daeng Se’re juga tampak hadir bersama rombongan pada pukul 17.10 WITA.
Dalam pidatonya, Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa arah pembangunan lima tahun ke depan telah dipetakan dengan jelas sejak dini. Ia memaparkan sejumlah program prioritas (quick wins) yang telah membuahkan hasil, salah satunya adalah lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Target PAD kita sepuluh persen, tapi kita mampu meningkat hingga dua ratus persen. Ini adalah hasil kerja bersama,” tegas Daeng Manye.
Selain PAD, beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
1. Pemerataan Layanan Dasar: Kehadiran listrik 24 jam berbasis energi (Program Super Sun) di Pulau Satangnga.
2. Pendidikan & Sosial: Pengentasan sekitar seribu anak tidak sekolah serta upaya menghadirkan sekolah rakyat jenjang SMP dan SMA.
3. Ekonomi & Kelautan: Peningkatan produksi pertanian sebesar 5% dan keberhasilan meraih program Kampung Nelayan dari pemerintah pusat.
4. Infrastruktur & Pertahanan: Rencana pembangunan Brigade Infanteri Marinir serta digitalisasi desa.
Sebagai simbol perubahan, Bupati memperkenalkan “Gerbang Transformasi” sebagai ikon baru Takalar yang futuristik. Menurutnya, perubahan daerah harus dimulai dari perubahan mental aparaturnya.
“Ibarat jalan, tidak bisa asal belok. Harus ada arah yang jelas. Takalar berubah karena ada nuansa perubahan dalam diri kita semua,” pungkasnya.
Kegiatan refleksi ini ditutup dengan suasana hangat melalui buka puasa bersama. Momentum ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat demi kemajuan Kabupaten Takalar ke depan. (HSN)















