TAKALAR – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mengumpulkan seluruh camat, lurah, dan kepala lingkungan dalam rapat kerja (raker) yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (19/6/2026).
Rapat tersebut menjadi forum silaturahmi sekaligus penguatan koordinasi antara pemerintah kabupaten dengan aparat pemerintahan yang berada di garda terdepan pelayanan masyarakat.
Bupati Takalar hadir mengenakan kemeja putih dan duduk di tengah barisan pimpinan rapat. Ia didampingi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Sosial Budaya, Muhammad Nurdin, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Ikbal.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Muhammad Ikbal, sebelum dilanjutkan dengan pengarahan langsung dari Bupati Takalar. Para kepala lingkungan dari berbagai kelurahan tampak mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Dalam sambutannya, Daeng Manye mengaku sengaja mengundang para kepala lingkungan ke Ruang Pola sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada masyarakat. Menurutnya, tidak semua kepala lingkungan memiliki kesempatan untuk bertemu dan saling mengenal satu sama lain. Karena itu, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi dan membangun kekompakan di antara aparat kewilayahan.
“Saya sangat hargai selaku kepala lingkungan untuk datang ke kantor bupati. Ini bentuk penghargaan saya khususnya kepada Bapak dan Ibu kepala lingkungan,” kata Daeng Manye.
Ia menjelaskan bahwa kekuatan silaturahmi akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, semakin kompak aparat pemerintah di tingkat bawah, maka semakin kuat pula pelayanan yang dirasakan warga.
“Diharapkan dengan kekuatan silaturahmi, saling mengenal, maka layanan kepada masyarakat ini semakin baik dan semakin kuat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Daeng Manye juga mengungkapkan rasa hormatnya kepada para kepala lingkungan yang selama ini mengabdikan diri untuk masyarakat. Ia menilai peran kepala lingkungan sangat penting karena menjadi penghubung utama antara pemerintah dan warga.
Bupati juga menyinggung berbagai perubahan yang telah dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan aparat kewilayahan. Salah satunya adalah sistem pembayaran honor kepala lingkungan yang kini dilakukan setiap bulan. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah daerah terhadap aparat yang berada di tingkat paling bawah.
Selain itu, Daeng Manye menegaskan pentingnya membangun sistem pemerintahan yang berjalan secara terstruktur dan searah. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari camat, lurah, hingga kepala lingkungan, untuk menjalankan tugas sesuai garis komando pemerintahan.
“Itulah arti kita harus tegak lurus. Dari pimpinan tertinggi saya selaku bupati, Pak Camat harus tegak lurus kepada saya, diturunkan kepada Pak Lurah, kemudian kepada kepala lingkungan,” tegasnya.
Ia menilai koordinasi yang baik akan mempermudah pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Daeng Manye juga mengajak seluruh aparat pemerintahan untuk lebih fokus menatap masa depan dan terus melakukan perbaikan pelayanan publik. Menurutnya, pemerintah harus belajar dari pengalaman masa lalu tanpa terjebak pada persoalan yang telah berlalu.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan arahan terkait pentingnya kedisiplinan, loyalitas, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. (HSN)















