Drama Tengah Malam! Para Kepsek di Takalar ‘Ujung Pukul Ujung’ ke Penempatan Baru

TAKALAR – Pelantikan sejumlah kepala sekolah di lingkungan Kabupaten Takalar yang dilaksanakan tiba-tiba menjelang waktu Salat Isya pada baru-baru ini menyisakan cerita unik sekaligus kepanikan bagi para pejabat yang dilantik.

Menurut salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, banyak kepala sekolah menerima kabar pelantikan dalam waktu yang sangat singkat.

banner 1600x606

“Ada yang baru tahu 25 menit sebelum acara dimulai,” ujar sumber tersebut, di salah satu grup WhatsApp (WA), Rabu (10/12/2025).

Contohnya adalah Kepala Sekolah SD Transmigrasi.

“Bayangkan kalau 25 menit berpacu dari Kaikang ke ibu kota (Takalar), luar biasa gembira bercampur waswas malam itu,” lanjutnya.

Kekhawatiran semakin bertambah ketika mereka menerima surat keputusan (SK) penempatan yang menempatkan mereka di daerah paling utara Kabupaten Takalar. Sumber tersebut menyebut penempatan yang jauh ini sebagai risiko seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Mutasi mendadak ini menjadi sorotan karena sebagian besar yang dimutasi adalah perempuan dan mendapatkan penempatan yang sangat jauh dari kediaman mereka. Kondisi ini membuat penempatan mereka disebut sebagai “kepsek ujung pukul ujung”—istilah yang menggambarkan penempatan yang jauh dan merepotkan.

Sumber tersebut teringat pada kebijakan salah seorang bupati terdahulu yang pernah menyampaikan pentingnya menempatkan tenaga pendidik (guru) tidak terlalu jauh dari kediamannya.

“Jika terlalu jauh, rawan teguran lambat datang atau malas datang, sehingga mutu pendidikan juga terpengaruh. Apalagi seorang wanita yang terlalu jauh penempatannya dari alamat rumahnya. Untung kalau ada perumahan, kalau tidak ada, kasihan bolak-balik,” kata sumber tersebut sebagai pendapat pribadinya.

Beberapa nama yang disebut mengalami mutasi jauh antara lain:
– Sitti Syahriani, Kepala Sekolah Ballo, dimutasi ke SD Inpres Garonggong, Marbo (Mangarabombang).
– Syarifah, yang berasal dari Laikang, dipindahkan ke Satuan Pendidikan Satu Atap (Satap) Hombes.
– Ada juga kepala sekolah yang berasal dari Galesong Utara (Galut) dipindah ke Marbo (Mangarabombang).

“Baru ini rata-rata yang dimutasi perempuan,” tutup sumber tersebut, menyoroti penempatan yang kini menjadi tantangan logistik bagi para kepala sekolah di Takalar. (HSN/RED)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *