TAKALAR – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyoroti persoalan serius di dunia pendidikan saat menggelar Safari Ramadan di Masjid Nurul Islamiah Massalongko, Desa Pa’rapunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulsel, Jumat (20/2/2026).
Di hadapan jemaah, Daeng Manye memaparkan data memprihatinkan terkait kondisi pendidikan di Kabupaten Takalar. Dari total sekitar 320 ribu penduduk, terdapat sekitar 1.900 anak yang tidak bersekolah. Tak hanya itu, sekitar 1.100 anak tercatat putus sekolah atau tidak menamatkan pendidikan.
Menurutnya, data tersebut menjadi alarm serius bagi masa depan generasi Takalar.
“Di Takalar ini kurang lebih 1.900 anak tidak sekolah, ditambah sekitar 1.100 anak yang putus sekolah. Ini bahaya kalau anak-anak kita tidak berpendidikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, mayoritas anak terpaksa berhenti sekolah karena faktor ekonomi dan dorongan orang tua untuk membantu bekerja, mulai dari turun ke sawah, melaut, hingga bekerja serabutan demi menambah penghasilan keluarga.
Daeng Manye mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemiskinan struktural jika tidak segera ditangani.
“Kalau anak-anak kita tidak sekolah, mereka akan sulit mengubah nasibnya di masa depan,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Takalar telah menyiapkan solusi dengan mengaktifkan kembali kelas Paket A, Paket B, dan Paket C. Program ini ditujukan agar anak-anak yang terlanjur putus sekolah tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan formal mereka. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan program beasiswa dan bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
Ia pun meminta para orang tua agar lebih peduli terhadap masa depan anak.
“Sekolah bukan sekadar kewajiban formal, melainkan investasi jangka panjang. Pendidikanlah yang akan mengubah nasib kita ke depan,” tambah Daeng Manye.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Polongbangkeng Utara, Ajie Andi Makmur, menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti arahan Bupati. “Kami di tingkat kecamatan siap bersinergi dengan pemerintah desa dan pihak sekolah untuk memastikan anak-anak kembali ke bangku pendidikan melalui program Paket tersebut,” ungkap Ajie.
Safari Ramadan ini dihadiri oleh rombongan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim 1, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Takalar Fadel Achmad, serta unsur pemerintah Desa Pa’rapunganta. Bupati berharap momentum Ramadan ini menjadi titik refleksi bersama untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia di Takalar. (HSN)















