TAKALAR – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menjadi narasumber dalam tayangan podcast Unhas TV yang berlangsung di kantor pusat Unhas TV, Gedung Science Techno Park Lantai 2, Kampus Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 10, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (17/6/2026).
Hadir mengenakan seragam Korpri berwarna cokelat khas aparatur sipil negara (ASN), Daeng Manye menjawab berbagai pertanyaan interaktif dari pewawancara mengenai potensi dan masa depan Kabupaten Takalar. Salah satu pembahasan utama dalam dialog tersebut menyangkut potensi wisata unggulan daerah.
Dalam pemaparannya, Daeng Manye menyebutkan beberapa destinasi alam yang menarik untuk dikunjungi, di antaranya Air Terjun Timurung yang berada di Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Timur. Selain itu, ia juga memperkenalkan wisata bahari Pulau Sanrobengi di Kecamatan Galesong yang dikenal memiliki panorama laut memukau dan pasir putih yang memikat wisatawan.
Destinasi unggulan lain yang turut dipromosikan adalah Pantai Punaga di Kecamatan Laikang dan Pantai Topejawa di Kecamatan Mangarabombang. Pantai Topejawa sendiri selama ini telah menjadi salah satu ikon wisata pesisir di Takalar. Tak ketinggalan, PPLH Puntondo diperkenalkan sebagai lokasi edukasi lingkungan, disusul Pulau Tanakeke di Kecamatan Kepulauan Tanakeke yang kaya akan potensi wisata bahari, serta Wisata Sunset Paria Lau di Kecamatan Mappakasunggu yang mulai populer sebagai tempat favorit untuk menikmati matahari terbenam.
Selain sektor pariwisata, Daeng Manye memaparkan arah pembangunan daerah untuk lima tahun mendatang yang mengacu pada visi pembangunan Kabupaten Takalar periode 2025–2029, yaitu “Takalar Maju dan Berdaya Saing Melalui Ekonomi Digital”. Menurutnya, digitalisasi merupakan kunci utama dalam percepatan pembangunan daerah.
“Kami ingin pelayanan publik semakin cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus mengoptimalkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) demi mendukung tata kelola birokrasi yang lebih efektif dan efisien. “Kami mendorong transformasi digital hingga menyentuh seluruh sektor pembangunan daerah,” tambahnya.
Daeng Manye juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi teknologi agar sumber daya manusia (SDM) di Takalar siap menghadapi perkembangan era baru. “Kami ingin masyarakat Takalar mampu bersaing dalam era ekonomi digital,” tuturnya.
Salah satu sektor prioritas dalam transformasi ini adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah daerah terus mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan e-commerce, pemasaran digital, serta teknologi finansial (fintech) guna memperluas akses pembiayaan. “Kami ingin UMKM naik kelas melalui pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital,” jelas Daeng Manye.
Ia menegaskan bahwa seluruh program kerja saat ini diarahkan untuk mendukung ekonomi kreatif dan inovatif, sejalan dengan tujuh prioritas pembangunan Kabupaten Takalar—mulai dari penerapan teknologi digital hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menutup sesi podcast, Mohammad Firdaus Daeng Manye mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung transformasi ini. Ia optimistis Takalar mampu tumbuh menjadi daerah yang maju dan berdaya saing tinggi di Sulawesi Selatan. (HSN)















