Dari Takalar ke Senayan: Strategi Politik Putra Bupati Firdaus Dg Maye’ Mulai Terarah

TAKALAR – Arah langkah politik putra Bupati Takalar, Kemal Dg Gassing, mulai tertuju pada kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Senayan. Langkah ini berpotensi mengubah peta kekuatan politik di Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan dan dinilai menjadi tantangan signifikan bagi sejumlah figur yang selama ini memiliki basis pemilih kuat, termasuk Ahmad Daeng Se’re.

Wacana menghadirkan figur muda asal Takalar di parlemen pusat kian mengemuka. Nama Kemal Dg Gassing disebut-sebut layak didorong untuk maju sebagai calon anggota legislatif dari Dapil Sulawesi Selatan.

Dorongan tersebut mencuat dalam diskusi publik bertajuk “Peran Pemuda Mengisi Pesta Demokrasi 2029” yang digelar di Alun-Alun Takalar pada Jumat, 29 Agustus 2026.

“Senayan memanggil Kemal. Kami mendorong beliau untuk maju agar tercipta sinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Takalar. Beliau memiliki pengalaman bekerja di BUMN PT Telkom Indonesia di Jakarta, sehingga paham betul mengenai digitalisasi dan mekanisme kerja BUMN. Ini merupakan modal besar,” ujar Asman, Senin (31/8/2026).

Jika wacana ini benar-benar diwujudkan, persaingan perebutan suara di wilayah basis tradisional sejumlah tokoh politik diperkirakan akan semakin ketat.

Di Takalar, nama Ahmad Daeng Se’re dikenal memiliki jaringan politik dan basis dukungan yang solid. Namun, kemunculan figur baru dengan strategi politik yang agresif berpotensi membuka ruang pergeseran dukungan masyarakat.

“Jika Kemal serius maju ke Senayan, peta politik pasti akan berubah. Basis suara yang selama ini dianggap aman bisa saja mengalami pergeseran,” ungkap seorang pengamat politik lokal yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Meski demikian, kekuatan Ahmad Daeng Se’re tidak serta-merta dapat dianggap melemah. Jaringan relawan, kedekatan dengan konstituen, serta rekam jejak politik tetap menjadi faktor kunci dalam mempertahankan dukungan pemilih.

Kendati merupakan putra kesayangan Bupati Takalar, Firdaus Dg Maye’, Kemal masih perlu bekerja keras untuk membuktikan sejauh mana konsolidasi politik yang dibangunnya mampu diterjemahkan menjadi dukungan elektoral nyata.

Pada akhirnya, pemilu legislatif tidak hanya ditentukan oleh popularitas semata, melainkan juga oleh kekuatan jaringan, mesin politik, strategi pemenangan, serta kemampuan meraih suara lintas wilayah.

Dengan munculnya Kemal sebagai salah satu figur yang membidik kursi Senayan, pertarungan politik ke depan diprediksi akan semakin menarik. Pertanyaannya, apakah Kemal mampu menggeser dominasi figur lama, ataukah Ahmad Daeng Se’re berhasil mempertahankan basis politiknya?

Peta politik masih sangat dinamis. Perjalanan menuju Senayan dipastikan bukan sekadar soal siapa yang paling dikenal, tetapi siapa yang paling mampu mengonsolidasikan kekuatan hingga hari pemungutan suara tiba. (HSN/TIM)

banner 2000x1100

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *