JURNAL JAKARTA – Posisi Presiden Jokowi di Pilpres 2024 jadi sorotan. Sinyal Jokowi mendukung Prabowo-Gibran begitu terasa.
Terlebih, Jokowi menyatakan presiden boleh memilih dan berkampanye, meski belakangan dia menyatakan tak akan kampanye.
Namun, Jokowi berkali-kali menunjukkan kebersamaan dengan Prabowo, Airlangga, Zulkifli Hasan, hingga Kaesang Pangarep. Semuanya merupakan capres hingga ketum parpol pendukung paslon 02.
Baca juga: Mengejutkan, Prabowo Disalip Paslon AMIN
Tapi, apakah ‘endorse’ Jokowi ini punya pengaruh besar ke elektabilitas Prabowo-Gibran?
Survei Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) menunjukkan, 70,36% responden menyatakan tidak akan memilih capres-cawapres yang didukung Presiden. Sisanya, 29,64% akan memilih capres yang didukung presiden.
Selain itu, responden juga menyatakan tidak setuju presiden melakukan intervensi di Pilpres 2024, yakni 74,82%. Sisanya 25,18% setuju intervensi.
Tak hanya itu, 86,70% responden menyatakan presiden harus menjaga netralitasnya selama Pilpres 2024. Sedangkan 13,30% lainnya menyebut presiden tidak harus menjaga netralitasnya.
Elektabilitas capres cawapres
Dari survei LKSP, elektabilitas tertinggi diraih Anies-Cak Imin 32,41%, Prabowo-Gibran 32,02%, dan Ganjar-Mahfud 19,52%, tidak tahu 16,05%.
Metode Survei
Survei dilakukan pada 1-8 Januari 2024 dilengkapi dengan FGD pakar pada 25 Januari 2024. Survei melibatkan 2.185 responden dengan margin of error 2% dengan tingkat kepercayaan 95%. (RED)
Sumber: Kumparan















