GOWA – Bursa kepemimpinan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memanas menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) yang diperkirakan akan digelar pada tahun 2026. Sosok Abdul Kadir, atau yang akrab disapa Dul, secara resmi menyatakan kesiapannya maju sebagai Calon Ketua PWI Gowa dengan optimisme tinggi.
Dul adalah figur yang memiliki perjalanan jurnalistik yang luar biasa, berakar kuat dari bawah. Dimulai dari profesi sederhana sebagai loper koran hingga kini menduduki posisi penting sebagai Redaktur di gowa.inews.id, ia telah menempuh jalur panjang yang memberinya pemahaman mendalam tentang dunia pers.
Modal Pengalaman dan Komitmen Pembaruan
Pengalaman Abdul Kadir di tubuh PWI Gowa tidak perlu diragukan. Sejak tahun 2021, ia menjadi inisiator dan motor penggerak kebangkitan kembali PWI Gowa setelah organisasi tersebut dibekukan oleh PWI Sulsel selama kurang lebih 15 tahun. Berkat upaya kerasnya merangkul wartawan dari berbagai karakter, PWI Gowa berhasil terbentuk dan dilantik untuk periode 2022-2025.
Dalam kepengurusan tersebut, Abdul Kadir menjabat sebagai Sekretaris. Selama tiga tahun masa jabatannya, ia dikenal sangat disiplin dalam pengelolaan administrasi, berhasil memperkuat koordinasi internal, dan menjadi inisiator utama berbagai kegiatan organisasi. Pengalaman ini adalah modal besar dan tak ternilai yang membuatnya mantap dan yakin melangkah maju sebagai calon Ketua PWI Gowa periode 2025–2028.
Ia membawa misi tunggal: Pembaharuan, Transparansi, dan Profesionalisme Kewartawanan.
Keyakinan Kuat Menuju Organisasi Progresif
Dalam pernyataannya, Abdul Kadir menegaskan bahwa pencalonannya tidak hanya didorong oleh dukungan anggota, tetapi juga oleh komitmen teguh untuk membawa PWI Gowa menjadi organisasi yang lebih profesional, inklusif, dan progresif.
“PWI Gowa harus menjadi rumah besar yang kokoh bagi seluruh wartawan. Fokus utama saya adalah penguatan kompetensi, pembinaan anggota yang berkelanjutan, dan transparansi organisasi yang mutlak. Kita harus tumbuh sebagai organisasi yang solid, berintegritas, dan dihormati,” tegasnya dengan penuh keyakinan, Senin (8/12/2025).
Kapasitasnya sebagai wartawan juga teruji. Abdul Kadir telah melewati dua kali Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) dari Dewan Pers, dan namanya tercatat sebagai pemegang sertifikasi UKW tingkat Madya pada tahun 2023. Di samping itu, ia terus meningkatkan kapasitas akademiknya dengan menempuh pendidikan S1 Hukum.
Dukungan terhadap Abdul Kadir mengalir deras dari internal maupun eksternal organisasi.
Mahyudin, seorang wartawan senior dari Pedoman Rakyat, secara blak-blakan mengungkapkan kekecewaan atas hasil pemilihan periode sebelumnya dan menyebut Dul seharusnya memimpin.
“Seharusnya dia yang jadi Ketua, karena PWI kembali hadir di Kabupaten Gowa berkat kerja kerasnya merangkul berbagai wartawan. Mudah-mudahan periode ini dia jadi Ketua, sehingga mampu membuat pembaruan yang signifikan,” ujar Mahyudin.
Ia menambahkan bahwa sebagai mantan Sekretaris, Dul sangat memahami dinamika organisasi dan mampu menjadikan PWI Gowa solid serta menjadi wadah wartawan yang berkompeten.
Hal senada diamini oleh Akbar, Kepala Sekretariat PWI Gowa, yang menilai Abdul Kadir sebagai figur dengan rekam jejak kuat dan pemahaman organisasi dari akar hingga pucuk.
“Beliau memahami betul dinamika organisasi. Saya yakin PWI Gowa akan jauh lebih berkembang jika dipimpin olehnya,” tegas Akbar.
Sementara itu, dukungan lintas sektor datang dari Ketua KNPI Gowa, Alumnus Zainuddin, yang menilai Dul sebagai sosok komunikatif dan berintegritas.
“Dunia pers butuh pemimpin yang kuat secara komunikasi dan mampu merangkul semua elemen. Abdul Kadir punya kapasitas itu. Ia tegas, profesional, dan mampu membangun jaringan,” pujinya.
Dengan kombinasi pengalaman panjangnya sebagai jurnalis lapangan, editor, serta kepemimpinan yang teruji sebagai Sekretaris organisasi, Abdul Kadir muncul sebagai kandidat terkuat dalam bursa pemilihan kali ini. Perjalanan hidupnya dari loper koran hingga menjadi kandidat Ketua PWI Gowa adalah manifestasi dedikasi dan keteguhannya terhadap cita-cita profesionalisme pers Indonesia. (HSN)















