TAKALAR – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, memulai langkah konkret dalam mereformasi sektor pendidikan dengan menempatkan kepala sekolah sebagai pilar utama perubahan. Ketegasan ini ditunjukkan saat memimpin Rapat Koordinasi bersama seluruh Kepala UPT SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kabupaten Takalar di Ruang Pola Kantor Bupati, Senin (19/1/2026) malam.
Dalam pertemuan yang berlangsung hingga larut malam tersebut, suasana sempat menegang ketika Bupati Daeng Manye memilih untuk mengambil alih proses absensi secara langsung. Didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Rifany, dan Kabag Forkopim, Amran Torada, Bupati ingin memastikan komitmen para pimpinan sekolah yang hadir.
“Pertemuan malam ini memiliki tujuan besar bagi masa depan pendidikan kita. Saya ingin melihat sejauh mana tanggung jawab kita semua,” ujar Daeng Manye saat membuka rapat.
Audit Kehadiran yang Dinamis Bupati melakukan verifikasi satu per satu. Dari total 50 SMP di Takalar, ditemukan 6 kepala sekolah mangkir tanpa keterangan yang jelas. Sisanya, sebanyak 44 orang, dinyatakan hadir atau menyertakan alasan sah seperti sakit.
Kondisi serupa terjadi pada jenjang SD. Dari 240 sekolah, sebanyak 220 kepala sekolah hadir, sementara 20 lainnya absen. Ketidakhadiran tersebut tersebar di berbagai wilayah mulai dari daratan hingga kepulauan, seperti Galesong, Sanrobone, Mangarabombang, hingga Tanakeke.
“Absensi ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan cerminan awal dari kedisiplinan dan tanggung jawab. Kepala sekolah adalah komandan di unitnya masing-masing,” tegas Bupati.
Kepala Sekolah sebagai Uswatun Hasanah Bupati menekankan bahwa wajah pendidikan di sebuah sekolah sangat bergantung pada karakter pemimpinnya. Ia mengingatkan bahwa kepala sekolah bukan sosok yang harus ditakuti, melainkan figur yang wajib diikuti karena keteladanannya.
“Kepala sekolah adalah role model, uswatun hasanah, atau suri teladan bagi guru maupun siswa. Jika pimpinannya disiplin, maka ekosistem sekolahnya pun akan ikut membaik,” tambahnya.
Target Transformasi Menyeluruh Pemerintah Kabupaten Takalar mencanangkan transformasi pendidikan secara total, bukan sekadar pembenahan dokumen formal. Daeng Manye memastikan bahwa evaluasi tidak akan berhenti di ruang rapat, melainkan akan berlanjut dengan peninjauan langsung di lapangan.
“Keyword dari transformasi ini adalah kepala sekolah. Saya akan mengevaluasi langsung kompetensi dan kinerja kalian di lapangan. Ini akan dilakukan secara berkala demi memastikan kualitas pendidikan di Takalar benar-benar meningkat,” pungkasnya.
Langkah berani ini mengirimkan pesan kuat bagi seluruh insan pendidikan di Takalar bahwa pemerintah daerah sangat serius dalam membenahi kualitas SDM mulai dari tingkat kepemimpinan sekolah. (HSN/TIM)















