TAKALAR – Intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang belakangan ini meningkatkan risiko pohon tumbang di wilayah Kabupaten Takalar. Area publik seperti jalan poros, lingkungan sekolah, hingga taman kota menjadi titik perhatian utama, terutama bagi pohon yang sudah tua, miring, atau memiliki perakaran dangkal.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Takalar, Syafaruddin Lallo, mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama cuaca ekstrem berlangsung. Ia menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian serius terhadap potensi bahaya pohon tumbang.
“Kami di DLHP terus memonitor situasi. Mengingat cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang sering memicu pohon tumbang, kami telah menyiagakan tim khusus di bagian pertamanan untuk menangani hal tersebut,” ujar Syafaruddin kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).
Syafaruddin menjelaskan bahwa koordinasi antarlembaga terus diperkuat. Sebagai contoh, penanganan pohon tumbang di depan Rumah Jabatan Ketua DPRD beberapa waktu lalu dilakukan melalui kerja sama antara DLHP dan Satpol PP.
“Untuk pohon berskala besar, kami juga memerlukan keterlibatan pemerintah setempat, baik desa maupun kelurahan,” tambahnya.
Mantan Kabag Prokopim Takalar ini juga meminta warga aktif memantau lingkungan sekitar. Jika ditemukan pohon yang berpotensi membahayakan, masyarakat diharapkan segera melapor ke instansi terkait seperti Satpol PP Damkar atau DLHP.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pertamanan DLHP Takalar, Abil Wangsyah, mengonfirmasi bahwa timnya siap bergerak cepat. Ia memperkenalkan tim khusus bernama “Lusuruka” yang fokus pada pemeliharaan pohon.
“Kami memiliki Tim Lusuruka yang beranggotakan delapan orang. Tugas utama mereka adalah melakukan pemangkasan pohon, baik sebagai langkah pencegahan terhadap pohon yang rawan roboh maupun penanganan darurat pasca-kejadian,” jelas Abil.
Langkah antisipasi ini, lanjut Abil, dilakukan demi menjamin keselamatan masyarakat serta melindungi infrastruktur publik dari kerusakan akibat dampak cuaca buruk. (HSN/TIM)















