TAKALAR – Pesona tari daerah dan Gandrang Bulo mewarnai acara pelepasan serta perpisahan siswa-siswi UPT SDN Inpres 168 Romangtangngaya, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (15/6/2026).
Penampilan seni tari dan Gandrang Bulo yang dipersembahkan oleh para siswa tersebut sukses memukau tamu undangan yang hadir.
Kepala UPT SDN Inpres 168 Romangtangngaya, Muhammad Amir, mengatakan bahwa kegiatan pelepasan siswa kelas VI ini digelar secara sederhana di lingkungan sekolah. Acara tersebut dihadiri oleh orang tua murid, seluruh siswa, Komite Sekolah, serta Ibu Koordinator Bidang Pendidikan Kecamatan Polongbangkeng Utara dan Polongbangkeng Timur (Polut-Poltim).
“Acara pelepasan dan perpisahan siswa kelas enam (VI) ini digelar sederhana. Alhamdulillah, dimeriahkan dengan penampilan seni kolaborasi, mulai dari tari-tarian, puisi, hingga Gandrang Bulo yang dipersembahkan oleh para siswa,” ujar Muhammad Amir, Senin (15/6).
Menurut mantan Ketua K3S Kecamatan Sanrobone ini, kegiatan pelepasan bukan sekadar seremonial tahunan. Momen ini merupakan bukti eratnya ikatan emosional antara guru dan siswa yang telah terbangun selama proses belajar-mengajar di sekolah.
“Pelepasan siswa merupakan bukti eratnya hubungan antara guru dan siswa selama kurang lebih enam tahun di sekolah. Kami berharap para lulusan SDN Inpres 168 Romangtangngaya terus bersemangat belajar, menjadi anak yang sukses, berbakti kepada kedua orang tua, serta berguna bagi bangsa dan negara,” pungkas Muhammad Amir.
Kehadiran tradisi khas Sulawesi Selatan seperti Gandrang Bulo dalam acara ini tidak hanya memberikan kesan mendalam bagi para siswa yang akan melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya, tetapi juga memperkuat rasa cinta mereka terhadap identitas budaya daerah. (HSN)















